ISUISME

Isu-SARAGejolak perpolitikan di Indonesia setiap hari, setiap menit, bahkan setiap detik selalu di warnai dengan isu-isu hangat untuk dibahas. Media massa menjadi pelaku nomer satu sebagai dalang pewayangan berita yang ada di dalam negeri. Terjadinya aktualisasi atau hoaks sebuah berita tergantung bagaimana media massa mengemas sebuah berita yang akan dipublikasikan. Continue reading

Advertisements

Mahasiswa Islam Indonesia, Bangkitlah!

cropped-header1.jpg

Agama islam di indonesia merupakan agama infor. Agama yang dinfor dari pusat peradabanya. Agam islam pertamakali disebarkan ajaranya di timur tengan di arab secara khusus makah. Dimana negara ini adalah negara tempat kelahiran sang Revolusioner agama atau pembaharu agama. Pembaharu agaman dari agama sebelum datangnya islam. Siapa gerangan sang revolusioner? Beliau adalah Rasullulah s.a.w. Al-Quran sebagai panutan utama umat islam diWahyukan Allah swt. Kepada baginda Muhammad Rasulullah saw melalui perantara malaikat jibril.

Continue reading

Gerakan Mahasiswa

By: Rohman Afandi

Anda MAHASISWA? Berdemolah yang CERDAS…!

Mahasiswa? Mahasiswa dan gerakannya sudah lama menjadi pokok bahasan bagi hampir semua kalangan masyarakat, terutama dalam konteks kepekaannya dalam merespon permasakahan-permasalahan sosial politik yang terjadi dan berkembang di tengah masyarakat. Bahkan, bisa dikatakan bahwa gerakan mahasiswa seakan tidak pernah absen dalam menanggapi setiap upaya penghilangan atau penghapusan kegiatan politik yang dilakukan oleh sekelompok penguasa. Terlebih lagi, ketika maraknya praktek-praktek ketidak adilan, pembodohan, dan penindasan terhadap rakyat kecil atas hak-hak yang yang seharusnya menjadi miliknya. Kehadiran gerakan mahasiswa yang menjembatani aspirasi rakyat dalam situasi yang demikian itu memang sangat dibutuhkan sebagai upaya pemberdayaan kesadaran politik rakyat dan pembelaan atas konflik-konflik yang terjadi pada penguasa. Pembelaan yang dilakukan lebih ditujukan pada upaya penguatan suara rakyat maupun tuntutan-tuntutan atas konflik yang terjadi menjadi lebih signifikan. Dalam memainkan peran yang demikian itu, motivasi gerakan mahasiswa lebih banyak mengacu pada panggilan nurani atas kepeduliannya yang mendalam terhadap lingkungannya serta agar dapat berbuat lebih banyak lagi bagi perbaikan kualitas hidup bangsanya.

Dengan demikian, semua bentuk perlawanan yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa lebih merupakan kerangka melakukan koreksi atau kontrol atas perilaku-perilaku politik penguasa yang dirasa telah mengalami pemutar balikan fakta dan jauh dari komitmen awalnya dalam melakukan serangkaian perbaikan bagi kesejahteraan hidup rakyatnya. Oleh sebab itu, peranannya menjadi begitu penting dan berarti ketika berada di tengah masyarakat. Jadi, dapat kita tarik sebuah simpulan bahwa perubahan sosial yang terjadi di Indonesia atau bahkan negara-negara lain di dunia sebagian besar dipicu dan dipelopori oleh adanya gerakan perlawanan dari mahasiswa.

Selain itu, yang terbesit dalam pikiran kita saat membahas tentang mahasiswa adalah aksi demonstrasi, atau yang sering kita sebut dengan unjuk rasa. Karena mahasiswa juga identik dengan demonstrasi. Demonstrasi atau gerakan rakyat, merupakan hal yang sudah wajar terjadi di negara-negara yang menganut paham demokrasi. Bahkan bagi kita demokrasi tanpa demonstrasi, merupakan sesuatu yang aneh. Apalagi ketika suatu pemerintahan dirasa tidak baik atau melenceng dari jalannya, mahasiswa adalah gerakan yang paling kritis dan segera melakukan demonstrasi ke jalan untuk menuntut terjadinya perubahan. Pokoknya setiap ada sesuatu yang tidak beres di pemerintahan, mahasiswa pasti turun tangan dan segera turun ke jalan untuk menyuarakan perbaikan.

Disamping itu, jika kita teliti lebih detail, dulu, mahasiswa melakukan demonstrasi dan melakukan perjuangan untuk mengganti orde baru dengan reformasi, karena memang itu adalah suatu hal yang harus diperjuangkan. Mereka berdemo karena memang sesuatu yang mereka demonstrasikan adalah sesuatu yang sampai titik darah penghabisan harus diperjuangkan, karena kita tidak mungkin bertahan terus menerus di bawah tekanan orde baru.

Namun demonstrasi yang mahasiswa lakukan dewasa ini, lebih identik dengan kekerasan atau aksi anarkisme. Karena demonstrasi yang dilakukan mahasiswa itu identik dengan kekerasan dan anarkisme, ada beberapa universitas di Jakarta yang melarang mahasiswanya turun ke jalan dan melakukan demonstrasi. Jika ketahuan melakukan demonstrasi, mahasiswa tersebut dapat saja langsung di drop out oleh pihak kampus.

Mahasiswa dan gerakannya sudah lama menjadi pokok bahasan bagi hampir semua kalangan masyarakat, terutama dalam konteks kepekaannya dalam merespon masalah-masalah sosial politik yang terjadi dan berkembang di tengah masyarakat. Bahkan, bisa dikatakan bahwa gerakan mahasiswa seakan tidak pernah absen dalam menanggapi setiap upaya penghilangan atau penghapusan kegiatan politik yang dilakukan oleh sekelompok penguasa. Terlebih lagi, ketika maraknya praktek-praktek ketidak adilan, pembodohan, dan penindasan terhadap rakyat kecil atas hak-hak yang dimilikinya. Kehadiran gerakan mahasiswa yang menjembatani aspirasi rakyat dalam situasi yang demikian itu memang sangat dibutuhkan sebagai upaya pemberdayaan kesadaran politik rakyat dan pembelaan atas konflik-konflik yang terjadi pada penguasa. Pembelaan yang dilakukan lebih ditujukan pada upaya penguatan suara rakyat maupun tuntutan-tuntutan atas konflik yang terjadi menjadi lebih signifikan. Dalam memainkan peran yang demikian itu, motivasi gerakan mahasiswa lebih banyak mengacu pada panggilan nurani atas kepeduliannya yang mendalam terhadap lingkungannya serta agar dapat berbuat lebih banyak lagi bagi perbaikan kualitas hidup bangsanya.

Dengan demikian, semua bentuk perlawanan yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa lebih merupakan kerangka melakukan koreksi atau kontrol atas perilaku-perilaku politik penguasa yang dirasa telah mengalami pemutar balikan fakta dan jauh dari komitmen awalnya dalam melakukan serangkaian perbaikan bagi kesejahteraan hidup rakyatnya. Oleh sebab itu, peranannya menjadi begitu penting dan berarti ketika berada di tengah masyarakat. Jadi, dapat kita tarik sebuah simpulan bahwa perubahan sosial yang terjadi di Indonesia atau bahkan negara-negara lain di dunia sebagian besar dipicu dan dipelopori oleh adanya gerakan perlawanan dari mahasiswa.

Selain itu, yang terbesit dalam pikiran kita saat membahas tentang mahasiswa adalah aksi demonstrasi, atau yang sering kita sebut dengan unjuk rasa. Karena mahasiswa juga identik dengan demonstrasi. Demonstrasi atau gerakan rakyat, merupakan hal yang sudah wajar terjadi di negara-negara yang menganut paham demokrasi. Bahkan bagi kita demokrasi tanpa demonstrasi, merupakan sesuatu hal yang aneh. Apalagi ketika suatu pemerintahan dirasa tidak baik atau melenceng dari alur yang seharusnya, mahasiswa adalah gerakan yang paling kritis dan segera melakukan demonstrasi ke jalan untuk menuntut terjadinya perubahan. Pokoknya setiap ada sesuatu yang tidak beres di pemerintahan, mahasiswa pasti turun tangan dan segera turun ke jalan untuk menyuarakan perbaikan.

Disamping itu, jika kita teliti lebih detail, dahulu, mahasiswa melakukan demonstrasi dan melakukan perjuangan untuk mengganti orde baru dengan reformasi, karena memang itu adalah suatu hal yang harus diperjuangkan. Mereka berdemo karena memang sesuatu yang mereka demonstrasikan adalah sesuatu yang sampai titik darah penghabisan harus diperjuangkan dan harus dipertahankan, karena kita tidak mungkin bertahan terus menerus di bawah tekanan orde baru.

Namun demonstrasi yang mahasiswa lakukan saat ini, lebih identik dengan kekerasan atau aksi anarkisme. Banyak para pemuda yang dominan mahasiswa dalam melakukan aksi ujung-ujungnya malah membuat kerusakan. Terlebih-lebih jika aspirasi atau tuntutan mereka tidak digubris oleh pemerintah. Bukan hanya kerusakan yang mereka timbulkan, tidak jarang hingga memakan korban jiwa.

SUMPAH MAHASISWA

Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah, bertanah air 1
Tanah Air tanpa Penindasan . .

Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah, berbangsa 1
Bangsa yang gandrung akan Keadilan . .

Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah, berbahasa 1
Bahasa Tanpa Kebohongan . .
Bahasa Tanpa Rezim Penindas

Hidup Mahasiswa !!!
Hidup Mahasiswa !!!
Hidup Mahasiswa !!!