PEMIMPIN KAMI, DENGARKANLAH !

ilustasi-tokoh-politikSudah lama bangsa ini tenggelam dalam kelamnya kebodohan, kemunafikan dan kebengisan pemimpin-pemimpin bangsa ini. Pemimpin yang seharusnya memimpin, sekarang tak merasa bahwa mereka adalah pemimpin. Pemimpin yang merasa dirinya seorang pemimpin, malah keasyikan dengan jabatan pemimpin yang melekat pada diri mereka. Dan pemimpin yang tengah keasyikan dan tergila-gila pada jabatannya itu, selalu melihat siapa yang diatasnya bukan melihat siapa yang dibawahnya. Sungguh ironi pemimpin bangsa kita ini, sahabat.

Sudah lama bangsa ini terpuruk dalam gemerlapnya dunia modern. Di tengah majunya teknologi dan informasi yang makin menjadi-jadi, pemimpin bangsa ini bukan semakin pintar malah semakin bodoh dengan tingkahnya yang juga bodoh sebodoh-bodohnya manusia. Buktinya, jika mereka pintar seharusnya rupiah tak jatuh menjadi Rp 15.000,00/dolar. Mereka tak membenahi apa yang seharunya dibenahi dengan kemajuan teknologi, malah membuat masalah baru dengan teknologi-teknologi yang semakin baru. Sungguh mirisnya melihat pemimpin bangsa ini, sahabat. Continue reading

Advertisements

CECUNGUK YANG COBA MELAWAN

10329172_759126934118137_3191452876674932502_nBy: A Nazaruddin Faiz

Ahhh… Masih seperti dulu.
Tanpa perubahan
Tanpa perkembangan
Dan tetap berhenti dalam satu titik
Disini siapa aku … ???
Aku hanya cecungguk. Yang harus tunduk.
Tunduk dg sisitem…. Bahkan dalam budayapun aku masih tertunduk.
Apakah aku masih jalan ditempat… ???
Ahhh…. Perasaan tidak kok.
Aku sudah berusaha..
Aku juga mencoba berjuang..
Tapi aku ini siapa ??? hah… Cecunguk. haha
Aku bingung. Bingung dan kebingungan
Sekarang aku bahkan tak mampu berjalan
Masih kebingungan. Bingung…
Ahhh. Persetan dengan perubahan
Budaya memerintah dan tunduk
Kapan itu hilang….
Mungkin mustahil….
Bahkan Sudah mengakar…
Samapai kapan kita seperti ini .
Hidup dalam sebuah jeruji..
Tanpa kita tau kemana arah tujuan kita.
Kita dididik untuk bingung mencari tujuan hidup…
Kebebasan mungkin sedikit lagi akan punah
Dan mungkinn juga akan menjadi mitos…
Arti kebabasan, makna sebuah kebebasan
Semua sudah mulai dihilangkan..
Aku sudah berjuang untuk sadar
Sadar diri . bahwa itu salah..
Aku harus melawann.
Aku tak boleh diam.
Tapiiiii….. Siapa aku ????
Aku tak mampu bergerak.
Aku harus tunduk.
Dan menangisi ketundukanku….
Duduk diam kebingungan menangisi sebuah ceritaku….

Pengabdianku

By: Fikri Najibuddin

Hari berganti dengan malam seakan waktu mengejar kehidupan, detik-detik jam dinding berdetak mengikuti alunan jantung yang berdetak, langkah demi langkah mereka lakukan dengan iringan rasa gembira, rasa duka, rasa sedih dan bahagia beraduk menjadi sebuah implementasi kehidupan, inilah dinamika kehidupan mahasiswa pergerakan yang mengabdikan dirinya untuk kesenjangan sosial, dalam sebuah bangunan kecil merka hidup bersama menjalani hari-harinya dengan memikirkan dan menjalankan roda kehidupan organisasi yang mereka emban, terkadang mereka lupa akan tujuan yang mereka bangun sewaktu mereka berangkat untuk mengais “SAMPAH” dalam gedung yang tertata rapi dengan retorika lotehan, sungguh besar jasa mereka ketika kita melihat dari kaca mata pergerakan.

Tetapi heran bercampur kesedihan terbasut dalam benak mereka ketika sebuah perjuangan dinilai dengan seiris bisikan yang tak jelas dari mana bisikan itu berasal, andai semua orang mengerti akan perjalanan yang mereka lakukan tak ada kata penghinaan untuk mereka orang pergerakan, dunia sekarang berubah seiring datangnya era globalisasi, manusia seakan lupa dengan kehidupan orang sekitar, banyak orang mengerti akan masalah sosial akan tetapi mereka membiarkan dengan alasan tidak mau ikut campur urusan orang, kepentingan-kepentingan pribadi semakin didahulukan, seakan dunia ini kembali ke zaman purba dimana orang akan memakan orang, inilah yang terjadi sekarang.

Banyak sekali dogma-dogma kebenaran yang tertanam dalam logika, tanpa tau dari mana kebenaran itu berasal, terkadang kita menilai apapun yang kita lihat adalah sebuah kesalahan tanpa tau sebuah kesalahan itu berasal, ibarat rumah yang kita lihat dari luar tanpa melihat apa yang ada didalamnya.

Gerakan Mahasiswa

By: Rohman Afandi

Anda MAHASISWA? Berdemolah yang CERDAS…!

Mahasiswa? Mahasiswa dan gerakannya sudah lama menjadi pokok bahasan bagi hampir semua kalangan masyarakat, terutama dalam konteks kepekaannya dalam merespon permasakahan-permasalahan sosial politik yang terjadi dan berkembang di tengah masyarakat. Bahkan, bisa dikatakan bahwa gerakan mahasiswa seakan tidak pernah absen dalam menanggapi setiap upaya penghilangan atau penghapusan kegiatan politik yang dilakukan oleh sekelompok penguasa. Terlebih lagi, ketika maraknya praktek-praktek ketidak adilan, pembodohan, dan penindasan terhadap rakyat kecil atas hak-hak yang yang seharusnya menjadi miliknya. Kehadiran gerakan mahasiswa yang menjembatani aspirasi rakyat dalam situasi yang demikian itu memang sangat dibutuhkan sebagai upaya pemberdayaan kesadaran politik rakyat dan pembelaan atas konflik-konflik yang terjadi pada penguasa. Pembelaan yang dilakukan lebih ditujukan pada upaya penguatan suara rakyat maupun tuntutan-tuntutan atas konflik yang terjadi menjadi lebih signifikan. Dalam memainkan peran yang demikian itu, motivasi gerakan mahasiswa lebih banyak mengacu pada panggilan nurani atas kepeduliannya yang mendalam terhadap lingkungannya serta agar dapat berbuat lebih banyak lagi bagi perbaikan kualitas hidup bangsanya.

Dengan demikian, semua bentuk perlawanan yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa lebih merupakan kerangka melakukan koreksi atau kontrol atas perilaku-perilaku politik penguasa yang dirasa telah mengalami pemutar balikan fakta dan jauh dari komitmen awalnya dalam melakukan serangkaian perbaikan bagi kesejahteraan hidup rakyatnya. Oleh sebab itu, peranannya menjadi begitu penting dan berarti ketika berada di tengah masyarakat. Jadi, dapat kita tarik sebuah simpulan bahwa perubahan sosial yang terjadi di Indonesia atau bahkan negara-negara lain di dunia sebagian besar dipicu dan dipelopori oleh adanya gerakan perlawanan dari mahasiswa.

Selain itu, yang terbesit dalam pikiran kita saat membahas tentang mahasiswa adalah aksi demonstrasi, atau yang sering kita sebut dengan unjuk rasa. Karena mahasiswa juga identik dengan demonstrasi. Demonstrasi atau gerakan rakyat, merupakan hal yang sudah wajar terjadi di negara-negara yang menganut paham demokrasi. Bahkan bagi kita demokrasi tanpa demonstrasi, merupakan sesuatu yang aneh. Apalagi ketika suatu pemerintahan dirasa tidak baik atau melenceng dari jalannya, mahasiswa adalah gerakan yang paling kritis dan segera melakukan demonstrasi ke jalan untuk menuntut terjadinya perubahan. Pokoknya setiap ada sesuatu yang tidak beres di pemerintahan, mahasiswa pasti turun tangan dan segera turun ke jalan untuk menyuarakan perbaikan.

Disamping itu, jika kita teliti lebih detail, dulu, mahasiswa melakukan demonstrasi dan melakukan perjuangan untuk mengganti orde baru dengan reformasi, karena memang itu adalah suatu hal yang harus diperjuangkan. Mereka berdemo karena memang sesuatu yang mereka demonstrasikan adalah sesuatu yang sampai titik darah penghabisan harus diperjuangkan, karena kita tidak mungkin bertahan terus menerus di bawah tekanan orde baru.

Namun demonstrasi yang mahasiswa lakukan dewasa ini, lebih identik dengan kekerasan atau aksi anarkisme. Karena demonstrasi yang dilakukan mahasiswa itu identik dengan kekerasan dan anarkisme, ada beberapa universitas di Jakarta yang melarang mahasiswanya turun ke jalan dan melakukan demonstrasi. Jika ketahuan melakukan demonstrasi, mahasiswa tersebut dapat saja langsung di drop out oleh pihak kampus.

Mahasiswa dan gerakannya sudah lama menjadi pokok bahasan bagi hampir semua kalangan masyarakat, terutama dalam konteks kepekaannya dalam merespon masalah-masalah sosial politik yang terjadi dan berkembang di tengah masyarakat. Bahkan, bisa dikatakan bahwa gerakan mahasiswa seakan tidak pernah absen dalam menanggapi setiap upaya penghilangan atau penghapusan kegiatan politik yang dilakukan oleh sekelompok penguasa. Terlebih lagi, ketika maraknya praktek-praktek ketidak adilan, pembodohan, dan penindasan terhadap rakyat kecil atas hak-hak yang dimilikinya. Kehadiran gerakan mahasiswa yang menjembatani aspirasi rakyat dalam situasi yang demikian itu memang sangat dibutuhkan sebagai upaya pemberdayaan kesadaran politik rakyat dan pembelaan atas konflik-konflik yang terjadi pada penguasa. Pembelaan yang dilakukan lebih ditujukan pada upaya penguatan suara rakyat maupun tuntutan-tuntutan atas konflik yang terjadi menjadi lebih signifikan. Dalam memainkan peran yang demikian itu, motivasi gerakan mahasiswa lebih banyak mengacu pada panggilan nurani atas kepeduliannya yang mendalam terhadap lingkungannya serta agar dapat berbuat lebih banyak lagi bagi perbaikan kualitas hidup bangsanya.

Dengan demikian, semua bentuk perlawanan yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa lebih merupakan kerangka melakukan koreksi atau kontrol atas perilaku-perilaku politik penguasa yang dirasa telah mengalami pemutar balikan fakta dan jauh dari komitmen awalnya dalam melakukan serangkaian perbaikan bagi kesejahteraan hidup rakyatnya. Oleh sebab itu, peranannya menjadi begitu penting dan berarti ketika berada di tengah masyarakat. Jadi, dapat kita tarik sebuah simpulan bahwa perubahan sosial yang terjadi di Indonesia atau bahkan negara-negara lain di dunia sebagian besar dipicu dan dipelopori oleh adanya gerakan perlawanan dari mahasiswa.

Selain itu, yang terbesit dalam pikiran kita saat membahas tentang mahasiswa adalah aksi demonstrasi, atau yang sering kita sebut dengan unjuk rasa. Karena mahasiswa juga identik dengan demonstrasi. Demonstrasi atau gerakan rakyat, merupakan hal yang sudah wajar terjadi di negara-negara yang menganut paham demokrasi. Bahkan bagi kita demokrasi tanpa demonstrasi, merupakan sesuatu hal yang aneh. Apalagi ketika suatu pemerintahan dirasa tidak baik atau melenceng dari alur yang seharusnya, mahasiswa adalah gerakan yang paling kritis dan segera melakukan demonstrasi ke jalan untuk menuntut terjadinya perubahan. Pokoknya setiap ada sesuatu yang tidak beres di pemerintahan, mahasiswa pasti turun tangan dan segera turun ke jalan untuk menyuarakan perbaikan.

Disamping itu, jika kita teliti lebih detail, dahulu, mahasiswa melakukan demonstrasi dan melakukan perjuangan untuk mengganti orde baru dengan reformasi, karena memang itu adalah suatu hal yang harus diperjuangkan. Mereka berdemo karena memang sesuatu yang mereka demonstrasikan adalah sesuatu yang sampai titik darah penghabisan harus diperjuangkan dan harus dipertahankan, karena kita tidak mungkin bertahan terus menerus di bawah tekanan orde baru.

Namun demonstrasi yang mahasiswa lakukan saat ini, lebih identik dengan kekerasan atau aksi anarkisme. Banyak para pemuda yang dominan mahasiswa dalam melakukan aksi ujung-ujungnya malah membuat kerusakan. Terlebih-lebih jika aspirasi atau tuntutan mereka tidak digubris oleh pemerintah. Bukan hanya kerusakan yang mereka timbulkan, tidak jarang hingga memakan korban jiwa.