Kutunggu Pulangmu

siluet-orang-laki-merenung-soreKetika komitmen menjadi barang mahal. Ketika kebersamaan teramat sulit dirasakan, ego siapa yang sedang kita menangkan?

Hujan disenja kedua februari terasa dingin, gigil terdensi bias, ada redup amygdala di temaram durja. Tunggu sebentar, apa ini yang dinmakan diperanak jarak atau waktukah yang terlibat?

Merindukanmu membutku mengekspresikan kelemahan, kesepian, kesendirian, dengan berbagai cara. Aku jatuh, lalu bangkit seribu langkah kembali.

Continue reading

TERSADAR ITU SALAHKU, SAHABAT !

IMG_1799(Berjalan dalam kesendirian)
Kala mencari sebuah kebenaran dalam diri, ku tak temukan secercah cahaya harapan yang membimbingku berjalan beriringan bersama sahabat sejatiku. Entahlah…mungkin karena aku yang berbeda atau mereka yang menganggapku beda. Bukannya aku ingin berbeda dalam sebuah kebersamaan ini, sahabat ku ! Aku tetaplah aku yang selalu bersamamu…
Aku tak ingin kau anggap aku berbeda, wahai sahabat !
Mencari dan terus mencari, yang akhirnya menuju pada kata “TERBENTUK” pada diri yang sejatinya ku ingin “MEMBENTUK” diri. Tetap ku berjalan…berjalan…dan berjalan sahabat ! Baiklah, walaupun engkau tak melihat bahwa aku berjalan untuk “MEMBENTUK” diri namun setidaknya engkau melihat cara diriku “MEMBENTUK” diri. Aku tetaplah aku yang “MEMBENTUK” bersamamu…
Aku ingin cara “MEMBENTUK” ku engkau lihat, wahai sahabat !

Continue reading