CECUNGUK YANG COBA MELAWAN

10329172_759126934118137_3191452876674932502_nBy: A Nazaruddin Faiz

Ahhh… Masih seperti dulu.
Tanpa perubahan
Tanpa perkembangan
Dan tetap berhenti dalam satu titik
Disini siapa aku … ???
Aku hanya cecungguk. Yang harus tunduk.
Tunduk dg sisitem…. Bahkan dalam budayapun aku masih tertunduk.
Apakah aku masih jalan ditempat… ???
Ahhh…. Perasaan tidak kok.
Aku sudah berusaha..
Aku juga mencoba berjuang..
Tapi aku ini siapa ??? hah… Cecunguk. haha
Aku bingung. Bingung dan kebingungan
Sekarang aku bahkan tak mampu berjalan
Masih kebingungan. Bingung…
Ahhh. Persetan dengan perubahan
Budaya memerintah dan tunduk
Kapan itu hilang….
Mungkin mustahil….
Bahkan Sudah mengakar…
Samapai kapan kita seperti ini .
Hidup dalam sebuah jeruji..
Tanpa kita tau kemana arah tujuan kita.
Kita dididik untuk bingung mencari tujuan hidup…
Kebebasan mungkin sedikit lagi akan punah
Dan mungkinn juga akan menjadi mitos…
Arti kebabasan, makna sebuah kebebasan
Semua sudah mulai dihilangkan..
Aku sudah berjuang untuk sadar
Sadar diri . bahwa itu salah..
Aku harus melawann.
Aku tak boleh diam.
Tapiiiii….. Siapa aku ????
Aku tak mampu bergerak.
Aku harus tunduk.
Dan menangisi ketundukanku….
Duduk diam kebingungan menangisi sebuah ceritaku….

Strategi dan Taktik (STRATAK)

Strategi dan Taktik.

Tujuan dan Target:

  1. Memperkenalkan peserta tentang strategi dan taktik yang ada dalam PMII.
  2. Peserta mengetahui kerja-kerja strategis dan  taktis dalam konteks student movement (maping, martikulasi dan rekayasa sosial).
  3. Memperkenalkan pada peserta langkah-langkah dasar problem solving, manajemen isu, aksi dan advokasi.

Pokok bahasan:

  1. Membedakan wilayah kerja startegis (nilai keberpihakan) dan wilayah kerja taktik (metode dan tekhnik) dalam pergerakan.
  2. Strategi dan taktik gerakan yang ada dalam PMII selama ini dan cita-cita pergerakan.
  3. Manajemen isu tekhnik, problem solving, manajemen aksi dan advokasi dasar.

 STRATEGI DAN TAKTIK GERAKAN

 Pengertian

             Strategi adalah sebuah perencanaan  untuk menetapkan dimulainya sebuah gerakan sampai terwujudnya cita-cita gerakab. Sementara taktik adalah suatu rancangan gerakan yang bersifat spesifik sebagai bagian dari keseluruhan strategi gerakan yang dijalankan. Secara mudah bisa dikatakan strategi adalah keseluruhan rencana gerakan,  sedangkan taktik adalah langkah konkrit yang bisa berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kondisi sosial yang ada.

kondisi situasi sosial

  • Beroperasinya neoliberlisme [liberalisasi, privatisasi, deregulasi]
  • Menguatnya peran pasar [sebagai pemeang mutlak kebijakan ekonomi]
  • Melemahnya posisi negara [anjing penjaga beroperasinya system ekonomi neoliberal]
  • Penjualan asset-aset negara
  • Pencabutan subsidi sosial
  • Penghapusan biaya barang dan jasa
  • Pemiskinan massa
  • Depolitisasi massa
  • Ketercerabutan budaya
  • Mahalnya biaya pendidikan
  • Kerusuhan
  • Dll.

Rumusan  strategi gerakan berdasarkan pembagian lokus masyarakat

 

NO Lokus masyarkat Stratak gerakan
1 Civil society

(masyarakat sipil: prmas, LSM, Germa, dan kelompok masyarakat lain)

  • Menciptakan budaya alternatif

–          membentuk kelomok-kelompok study kebudayaan

  •  menciptakan kesadran lokalitas (nasionalisme)

–          pendidikan politik  untuk rakyat

–          advokasi, pendampingan dan pengorganisiran rakyat

–          advokasi kebijakan

  • menciptakn kemandirian ekonomi

–          membangun ruang-ruang ekonomi kerakyatan (koperasi dll.)

–          pengorganisiran ruang-ruang ekonomi rakyat

  • mewujudkan pendidikan untuk rakyat [kurikulum berbasis kerakyatan, sekolah gratis, KHP(kritis, humanis dan professional)

–          menciptakan sekolah-sekolah alternatif

–          pressure kebijakan pendidikan

2 Political Society

(masyarakat politik:negara, partai politik)

Negara

  • penguatan posisi negara terhadap pasar dan negara kapitalis

–          advokasi kebijakan

  • penegakkan supremasi hukum

–          advokasi kebijakan

partai politik

  • membangun ruang bargaining rakyat dengan partai poklitik

–          kontrak sosial/politik

3 Ekonomic Society

[masyarakat ekonomi: pengusaha pribumi, investor, spekulan, MNC/TNC]

  • menciptakan keseimbangan pasar-negara-civil society

–          ontrak social/politik

  • membangun kantung-kantung kontrol rakyat terhadap pasar dan kebijakan ekonomi

–          menciptakan kelompok-kelompok study ekonomi dan kebijakan pasar

–          menciptakan serikat-serikat buruh

Merumuskan taktik gerakan berdasarkan strategi gerakan yang sudah disusun dengan mempertimbangkan tiga kerangka gerakan.

War of Position

War of Opinion

War of Movement

– NDP

  • Hubungan manusia-tuhan
  • Hub. Manusia-manusia
  • Hubungan manusia-alam

Konteks gagasan

  • Tentang masyarakat
  • Tentang negara
  • Tentang pasar

Kaderisasi

  • Formal [PKD,PKM, PKL]
  • Informal [pelatihan2]
  • Nonformal [kantong2 kader: FAMJ, BIGBANG, Sanggar jepit, MMJ,dll]
ASWAJA

  • Tawasuth (moderat-pola pikir): [Agama:Teologi, Fiqh, Tashawwuf. Filsafat:sunnah, Rasionalitas].
  • Tasammuh (toleran-pola sikap) (perbedaan-pluralisme) (agama:internal agama, Antar agama, Budaya; Ras, Adat, Suku, Bahasa)
  • Tawazun (keseimbangan-pola hubungan) [sosial:egalitarianisme. Politik: Rakyat><Negara. Ekologi: alam><Manusia. Ekonomi: negara-pasar-masyarakat]
  • Ta’adul (keadilan-pola integral) [Nilai Universal]

Manajemen Issu

  1. Basis Intelektual kader [injeksi dan soktrin kesadaran]
  2. Basis media [penyediaan media transformasi gagasan] Basis massa [investasi kesadaran]

Gerakan Horizontal

[pengorganisiran]

  • Level kampus
  • Level organ gerakan
  • Level massa rakyat

Gerakan vertikal

[desakan terhadap otoritas]

  • Kuasa kebijakan publik
  • Kuasa social ekonomi
  • Kuasa agama
  • Kuasa adat
  • dll

– PKT

Menejemen aksi

 Bagaimanapun gerakan harus dipraksiskan. Seandainya basis massa belum diraih, maka tidak ada alasan untuk diam. Aksi massa harus segenjar mungkin dilancarkan untuk mendorong semangat perubahan, sekaligus menajdi momentum untuk emmberi injeksi kesadaran bagi massa rakyat. Yang harus diperhatikna dalam aksi massa adalah perangkat aksi dan perkap aksi. Perangkat dan perkap aksi itu adalah:

  1. A.    Peragkat aksi/panitia aksi.

–          Lunak: Issu dan tujuan aksi massa.

–          Keras: Keliputi kepanitaan lapangan:

  1. Koordinator umum (kordum) sebagai penanggung jawab aksi dan pembaca statemen atau pernyataan sikap;
  2. Koordinator alpangan (korlap) yang mengatur jalnnya aksi;
  3. Tim materi yang membuat dan menyusun pernyataan sikap,s elebaran dan press release;
  4. Negosiator untuk melobi aparat, atau segala hal yang ditemui dilapangan;
  5. Kurir untuk melihat kondisi didepan, dibelakang dan disamping barisan;
  6. Keamanan atau Security: 1. ring dalam mengatur massa aksi, 2. ring luar untuk menajga massa aksi daris erangan dari luar;
  7. Logistik dan konsumsi;
  8. Tim evakuasi yang akan menentukan titik evakuasi kalau ada serangan dan siap dengan kerja evakulasi dan pengamanan;
  9. Tim advoksi untuk mengantisiapasi persoalan sampai tingkat persidangan, dengan menghubungi lembaga bantuan hukum (LBH) terdekat;
  10. Happening Art.
  1. B.     Peralatan dan perlengkapan aksi:
  1. Mengaphone atau penngeras suara;
  2. Spanduk;
  3. Poster;
  4. Bendera organ;
  5. Tali rafia (garis demokrasi/revolusi);
  6.  Tanda pengenal atau slayer utnuk identitas massa aksi;
  7. Selebaran, pernyataan sikap dan press release;
  8. Konsumsi;
  9. Transportasi dan HP/HT untuk kurir dan keamanan.

Advokasi

Advokasi yang dimaksud di sini adalah terletak pada level pemahaman:

– Sistem yang terbangun atas tiga klasifikasi masyarakat

1. Masyarakat Politik/Negara

Masyarakat politik berarti pembuat kebijakan. Tidak selalu negara sebagai representasinya, sistem pemerintahan lain semisal: Kerajaan, suku, bahkan institusi yang memiliki kewenangan mengeluarkan kebijakan, perintah, maupun hukum yang mengikat. Regulasi kebijakan saat ini bersumber pada tiga struktur; lokal, nasional, dan internasional atau global.

Adanya kebijakan yang melanggar HAM, mendiskreditkan dan menindas masyarakat lainnya adalah kualifikasi untuk melakukan advokasi.

2. Masyarakat Sipil

Masyarakat sipil berarti sekelompok masyarakat yang diatur hak dan kewajibannya dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh masyarakat politik. Dalam konteks negara demokrasi masyarakat sipil adalah pemerintah yang tertinggi dan sebenarnya. Keterlibatan masyakat sipil secara aktif atas kebijakan dan proses pemerintahan sangat rentan terjadi. Hak dan kewajiban masyarakat sipil seringkali tidak dipahami dan digunakan penuh oleh pemiliknya. Karena itu, pemberdayaan dan pembelaan masyarakat sipil adalah ruang dimana advokasi dibutuhkan.

3. Masyarakat Pasar

Masyarakat pasar adalah sekelompok masyarakat atau personal yang tergerak oleh Ideologi pasar dan keinginan dasarnya untuk dapat memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Ideologi pasar lebih berarti kepada tindakan yang berbasis spekulasi untung rugi untuk mengakumulasikan modal. Seringkali kelompok masyarakat ini menjadi pertimbangan dalam hubungan masyarakat politik dan sipil. Ia bukan masyarakat tersendiri akan tetapi bisa saja terlibat dan termasuk dalam masyarakat politik maupun sipil. Akumulasi modal dengan cara mempengaruhi masyarakat politik dalam kebijakan-kebijakannya adalah contoh kasus untuk melakukan advokasi seperti kasus MNC/TNC yang diakomodasi negara untuk melakukan eksploitasi kekayaan negara ini.

– HAM

Hak Asasi Manusia tidak hanya merujuk kepada wacana Human Right, akan tetapi lebih kepada hak yang secara manusiawi tidak boleh dilanggar, seperti: berhak untuk hidup, mendapatkan kewenangan mengembangkan fikiran, menentukan keyakinan, berpendapat, bersosialisasi atau berorganisasi. Pelanggaran HAM dalam masyarakat tertentu terkadang hal biasa, terkadang HAM dilanggar demi jalannya suatu kebijakan. Dalam kasus inilah advokasi menemukan ruang aksinya.

A. Apa Itu Advokasi?

  • Proses terencana dalam mempengaruhi pihak pengambil keputusan kebijakan publik
  • Upaya terorganisir untuk menyebabkan perubahan bertahap (incremental) atau sistematis
  • Tindakan atau proses guna mendukung sebuah isu atau tujuan (cause)
  • Upaya dan tindakan terorganisir yang menggunakan instrumen demokrasi untuk membangun dan mengimplementasikan hukum dan kebijakan yang akan menciptakan masyarakat yang adil dan merata (equitable)

Secara khusus berarti :

  • Tindakan yang ditujukan pada perubahan kebijakan, posisi, atau program setiap jenis institusi
  • Menempatkan sebuah masalah dalam agenda, menyediakan solusi terhadap masalah dan menggalang dukungan untuk melakukan tindakan terhadap masalah dan solusi
  • Proses berbagai pihak (e.g., masyarakat, NGO) berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka
  • Ditujukan untuk mengubah organisasi secara internal atau seluruh sistem
  • Aksi strategis yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam rangka meningkatkan lingkungan sosial, ekonomi, dan politik untuk pengembangan masyarakat
  • Membawa perubahan positif pada setiap tingkatan masyarakat melalui identifikasi isu, mengambil posisi, memobilisasi sumber daya, dan mengimplementasikan strategi
  • Terdiri dari berbagai strategi ditujukan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan di tingkat organisasi, lokal, propinsi, nasional, dan internasional
  • Dapat berbentuk aktivitas jangka-pendek yang spesifik untuk mencapai visi perubahan jangka panjang

ELEMEN KHUSUS DALAM KEGIATAN ADVOKASI

  1. Upaya advokasi harus melibatkan masyarakat dalam proses advokasi. Keterlibatan mereka harus secara sadar, niat,dan demoktratis
  2. Upaya advokasi harus ditujukan kepada kelompok rentan (disadvantaged group) yang khusus dan teridentifikasi atau berupaya mengubah situasi di mana mereka merasakan bagaimana situasi tersebut tidak menguntungkan kelompok tersebut dan advokasi kemudian menjadi upaya yang sistematis, demokratis oleh NGO untuk mengubah, mempengaruhi, atau mengawali kebijakan, hukum, praktek dan perilaku sehingga kelompok tersebut khususnya atau masyarakat umumnya akan lebih diuntungkan

YANG BUKAN MENCAKUP KEGIATAN ADVOKASI

  1. Kegiatan Tambahan (Extension work)
  2. Informasi, pendidikan, dan komunikasi
  3. Menginformasikan kepada pemerintah tentang keberadaan organisasi (NGO)
  4. Membangun kesadaran publik tentang NGO dan programnya
  5. Pencarian dana

MEMBANGUN LANDASAN ADVOKASI

  • Mengumpulkan informasi tentang kebijakan dan politik
  • Membuat penilaian mengenai resiko
  • Membangun hubungan strategis
  • Membangun kredibilitas sebagai pelaku advokasi (advocate)
  • Mengkaitkan advokasi dengan prioritas organisasi
  • Mempertahankan focus

MEMBANGUN KAMPANYE ADVOKASI

  • Kebutuhan Persiapan Kampanye Advokasi
  • Mengidentifikasi akar masalah atau isu yang kita advokasikan dan definisi itu secara tepat
  • Memutuskan siapa yang kita inginkan untuk mendukung tujuan atau isu kita – siapa yang ingin kita pengaruhi atau rubah sehingga mereka mendukung kita
  • Memutuskan apa yang kita inginkan sebagai capaian upaya advokasi kita – hasil konkrit apa yang kita ingin capai?

 MENULISKAN UNGKAPAN MISI ADVOKASI

Ungkapan misi advokasi mengidentifikasi sasaran akhir atau tujuan kampanye advokasi dan menjawab pertanyaan penting:

 APA TUJUAN KAMPANYE INI?

  • Memandu setiap kegiatan kita
  • Memberikan klarifikasi kepada staf, relawan, dan publik apa yang ingin kita capai
  • Muncul dalam setiap publikasi, newsletter, siaran pers, dan dokumen publik lain yang dihasilkan selama kampanye

KIAT-KIAT MENULIS UNGKAPAN MISI

  • Menyampaikan secara jelas siapa kita dan apa yang kita lakukan. Tekankan tujuan jangka panjang dan besar. Jangan terfokus pada detil program atau kegiatan yang spesifik. Apa hasil akhir yang diinginkan dari kampanye kita?
  • Upayakan supaya sedeskriptif dan setepat mungkin. Ungkapan misi seharusnya tidak lebih dari tiga atau empat kalimat
  • Memastikan kata-kata yang dipilih hanya dapat diintepretasikan sesuai yang kita inginkan. Perlihatkan ungkapan tersebut pada orang yang memiliki pandangan yang berseberangan untuk memastikan tidak terjadi dampak negatif terhadap organisasi dan kampanye yang kita lakukan

MERUMUSKAN TUJUAN KAMPANYE ADVOKASI

Pertanyaan yang dapat membantu perumusan tujuan:

  1. Apa sasaran akhir kampanye seperti yang digambarkan dalam ungkapan misi?
  2. Apa capaian-capaian khusus yang kita harapkan tercapai dalam arah mewujudkan sasaran akhir?
  3. Apa obyektif jangka pendek dan panjang yang dibutuhkan untuk mencapai apa yang kita definisikan sebagai sasaran akhir kita?
  4. Bagaimana hal-hal ini dapat diungkapkan sehingga mereka mudah dipahami?

Panduan Pertanyaan dalam merumuskan tujuan kampanye yang realistik

  • Siapa yang akan berpartisipasi dalam membantu kita mencapai tujuan kita? Siapa konstituen dan teman kita dalam kampanye ini dan apakah mereka akan/dapat membantu?
  • Sumber daya apa saja yang kita bawa sebagai kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan ini? Contoh, apa kita punya staf, fasilitas, dana, reputasi, dan lain-lain?
  • Apakah tujuan kita dapat tercapai, melihat kondisi sumber daya kita?
  • Anggaran seperti apa yang kita butuhkan untuk mencapai tujuan kita?
  • Siapa oposisi kita dan sumber daya seperti apa yang mereka miliki?
  • Apa masalah yang dapat menjadi kendala dalam mencapai tujuan? Dapatkah hal-hal tersebut diatasi?

Merumuskan Obyektif

  1. Sejauh mungkin harus spesifik dan terukur
  2. Obyektif yang kabur dan tidak spesifik akan menghasilkan kebingungan dan arah yang tidak jelas
  3. Menciptakan kerangka waktu yang realistik dalam pencapaian tiap obyektif
  4. Mudah memonitor kemajuan kita dan melakukan penyesuaian

 MEMBANGUN KONSTITUENSI UNTUK MENDUKUNG KAMPANYE ADVOKASI

  1. KONSTITUEN
  2. JARINGAN
  3. KOALISI

KONSTITUEN KITA

  • Siapa yang kita rekrut sebagai pendukung untuk mencapai tujuan kita?
  • Siapa yang berada di pihak kita? Siapa pendukung yang sudah ada? Bangun kembali hubungan dengan mereka sebelum menambah teman baru. Pastikan mereka tahu bahwa kita menghargai mereka dan dukungan mereka
  • Apakah ada mitra logis lainnya untuk kita dalam isu ini?
  • Apakah ada kelompok atau individu lainnya yang dapat memberikan dukungan pada isu ini meskipun mereka tidak mendukung kita dalam isu yang lain?

JARINGAN

Membuat daftar:

  • Kelompok lokal dan atau nasional yang bergerak di isu yang sejenis
  • Individu yang bekerja atau menjadi relawan untuk kelompok-kelompok ini
  • Organisasi yang bergerak di isu yang berbeda, tetapi punya komitmen terhadap isu kita
  • Membuat daftar kelompok atau individu lainnya yang ingin kita minta dukungannya, seperti:
    • Pembuat kebijakan dan legislator
    • Pekerja sosial, medis, dan pendidik
    • Selebritis dan figur publik yang dapat menambah kredibilitas
    • Pemimpin masyarakat dan relawan

MEMBANGUN KOALISI

Manfaat Potensial:

  • Menciptakan basis dukungan yang berkelanjutan
  • Meningkatkan pengaruh upaya kampanye kita
  • Menciptakan pemimpin baru untuk kampanye kita
  • Memperluas cakupan kampanye kita
  • Meningkatkan sumber daya keuangan dan program

MERUMUSKAN PESAN KAMPANYE

  • Kelompok Sasaran dan Tujuan
  • Merumuskan Isu dan Pesan
  • Menunjuk Jurubicara (Spokesperson)

Kelompok Sasaran dan Tujuan

  • Kepada siapa kita ingin menyampaikan pesan kita?
  • Bagaimana menciptakan pesan  untuk menarik dan mempengaruhi kelompok-kelompok ini?

Merumuskan Isu dan Pesan

  • Memikirkan siapa kelompok sasaran dan merumuskan pesan dan bahasa kepada kelompok konstituen itu
  • Menggunakan cerita pribadi jika bisa. Orang lebih mengingat cerita ketimbang fakta
  • Mengumpulkan fakta dan informasi tambahan untuk memperkuat pesan kita
  • Mengumpulkan kutipan dan pernyataan individu yang terkenal dan ahli dalam isu/ kampanye kita dan meminta izin untuk menggunakannya secara publik
  • Menggunakan nilai-nilai yang diterima secara kultural oleh kelompok sasaran. Cek dengan wakil kelompok apakah pesan memang tepat
  • Merespons perbedaan individu dalam budaya tertentu jika memungkinkan
  • Untuk setiap hal bagus yang kita advokasikan, penting untuk mengingat apa yang kelompok oposisi kita mungkin siap untuk merespons
  • Mengembangkan pesan yang jelas dan sederhana
  • Membuat pesan terpenting menjadi nomor satu

Menunjuk Juru Bicara

Pilihlah Juru bicara (spokesperson) yang:

  • Lugas dan disukai secara pribadi
  • Memahami isu kita secara mendalam dan yang paling penting
  • Dapat mengkomunikasikan pesan kita secara padat dan jelas

MENYAMPAIKAN PESAN KE PUBLIK

Menggunakan Media untuk:

  1. Membantu mengubah sikap masyarakat
  2. Mempengaruhi kebijakan pemerintah dan legislasi
  3. Mencari dana untuk tujuan kita
  4. Merekrut anggota atau pendukung untuk tujuan kita

Strategi Perencanaan Media

  • Meng-update perkembangan terakhir di sektor kita sehingga kita dapat memutuskan mana yang punya nilai berita. Pantau opini publik tentang isu? Bagaimana perasaan kebanyakan orang? Apakah ada kejadian penting akhir-akhir ini yang membuat orang bersikap positif/negatif terhadap isu kita?
  • Memetaan pemberitaan media yang lalu tentang isu kita. Cari tahu bagaimana media besar melihat isu kita dan meliputnya. Siapa yang dikutip? Bagaimana isu digambarkan? Faktor-faktor kunci apa yang ditekankan?
  • Selain memiliki klipping media, buat catatan mengenai pertanyaan dari media, termasuk topik pertanyaan. Lihat kembali catatan tersebut setiap tiga atau enam bulan untuk melihat topik apa yang populer dan mana yang baru berkembang
  • Identifikasi peristiwa yang akan terjadi yang dapat kita respons dengan kampanye media.

ALAT-ALAT MEDIA

  • Kegiatan yang media punya keinginan untuk meliput
  • Siaran pers
  • Konferensi pers
  • Penampilan di televisi dan radio
  • Televisi, radio atau wawancara tercetak
  • Berpartisipasi pada program interaktif
  • Situs internet
  • Surat pembaca
  • Editorial
  • Artikel di koran dan majalah
  • Kegiatan yang media punya keinginan untuk meliput
  • Siaran pers
  • Konferensi pers
  • Penampilan di televisi dan radio
  • Televisi, radio atau wawancara tercetak
  • Berpartisipasi pada program interaktif
  • Situs internet
  • Surat pembaca
  • Editorial
  • Artikel di koran dan majalah

Bahan-Bahan Cetak:

  • Flyers
  • Pamflet
  • Booklet
  • Newsletter
  • Laporan tahunan
  • Kertas posisi
  • Lembar fakta (fact sheets)
  • Petisi