Teruntuk Surat dari Sudut Pojok Kaderisasi

Assalamualaikum.Wr.Wb

Salam takzim kita teruntuk pimpinan kami dan barisan pasukannya.

Tulisan ini ditulis dalam keadaan bahagia dan senang meski itu hanya kiasan yang tersembunyikan.

surat amplop

Begitu juga semua ini hanya untuk simbolisasi kemesraan yang di sengajakan agar suasana tetap tenang dan nyaman sehingga kami kader-kader baper ini mencermati dengan senang seremoni para pimpinan yang sedang serius memperjuangkan masa depan organisasi kita ini.

Salam dari nahkoda kami untuk seluruh barisan pojok kaderisasi yang mungkin sama meresahkan pada situasi tameng dengan bintang sembilan kebanggaan kita ini.

Continue reading

Mahasiswa Islam Indonesia, Bangkitlah!

cropped-header1.jpg

Agama islam di indonesia merupakan agama infor. Agama yang dinfor dari pusat peradabanya. Agam islam pertamakali disebarkan ajaranya di timur tengan di arab secara khusus makah. Dimana negara ini adalah negara tempat kelahiran sang Revolusioner agama atau pembaharu agama. Pembaharu agaman dari agama sebelum datangnya islam. Siapa gerangan sang revolusioner? Beliau adalah Rasullulah s.a.w. Al-Quran sebagai panutan utama umat islam diWahyukan Allah swt. Kepada baginda Muhammad Rasulullah saw melalui perantara malaikat jibril.

Continue reading

Melangkah Menuju PMII

DSC01702

Siang itu Pertama kali kami melangkahkan kaki menuju PMII. Beberapa orang merasa sangat semangat dan beberapa lagi hanya tersenyum dan tersimpu sambil memantapkan niat. Berbekal keyakinan kami mulai berjalan bersama.

Tidak banyak yang kami ketahui tentang PMII, namun bercermin dari kakak-kakak dan juga sahabat sahabati yang lain PMII adalah organisasi yang menarik. Masa penerimaan anggota baru merupakan acara pertama kami. Tepatnya pada bulan Oktober 2015. Dalam acara tersebut beberapa dari kita di suguhi pertanyaan-pertanyaan,

Continue reading

Menyoal Demokrasi Dalam Negeri

Demokrasi

Tujuh belas tahun sejak negara ini beralih dari otoritarian yang berkuasa selama tigapuluh dua tahun sebelumnya. Tak heran jika reformasi yang masih muda ini belum sepenuhnya menjamin kehidupan sosial yang lebih baik. Bagaimana tidak, reformasi seolah menjadi tunggangan empuk bagi sekelompok elit politik yang menguasai demokrasi di tingkat nasional.

Continue reading