Marilah Mari!

 

Oleh : Ade Novit Rachmawan

 

Marilah mari, kita tertawakan diri kita sendiri. Menertawakan keberanian kita lagi. menertawakan segala apa yang terjadi. Tak usah murung, tak usah sedih, kita ini kan pemuda pemuda yang berani bermain api, kenapa harus jadi lembek begini ? marilah mari, kita rayakan kegagalan kita sekali-kali, kegagalan juga butuh dirayakan, jangan lagi jadi ratapan. Bukankah kita tidak pernah tahu, bagaimana akhirnya nanti ?

Marilah mari, kita diam merenung sejenak. Sebenarnya apakah kita sudah mengerti tentang diri kita sendiri ? dan jangan berlagak jadi pemenang jika sebenarnya apa yang kita lakukan hanya berlari-lari tanpa tujuan yang pasti.

Hahaha, marilah mari. Kita sisakan waktu untuk meneguk pahitnya kopi. Sambil memikirkan pahitnya jiwa kita yang sudah lama mati. Sudah jangan berbohong lagi, matamu sudah lama berkata bahwa kita tak lagi menepati janji. Mulut bisa saja bilang itu dan ini, tapi soal rasa ? tak pernah bisa dibohongi.

Pijakan kaki tak pernah sama lagi dengan hati. Inginnya ke kanan, malah belok ke kiri. Perselisihan antara otak dan hati tak menemukan kedamaian sampai hari ini. suara-suara bising yang keluar atas nama aspirasi, masih saja seperti angin ribut yang hanya sekadar lewat tanpa pernah terpatri dalam jejak-jejak pergerakan anak anak yang mengaku penerus reformasi.

Marilah mari, kita sudahi sampai disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: