Jauh dari Kata Meditasi

aktivitas mahasiswa

Dewasa ini sangat mudah bahkan sudah menjadi sebuah rutinitas sebagian orang untuk pergi atau melakukan sesuatu dengan terburu-buru. Penyebanya adalah semua yang ada dihadapannya berbicara tentang waktu. Bukan rahasia umum lagi, jika sebagian orang kini memilih menunda tugas atau kewajibannya dan akan mengerjakannya apabila mendekati waktu yang telah ditentukan, hal ini menjadi salah satu faktor yang paling banyak ditemui disekitar kita. Untuk ukuran seorang mahasiswa tentunya bukan lagi pemandangan yang tak biasa, kebiasaan menunda tugas sehingga terjadi social loafing (kemalasan sosial) menjadi pemandangan yang menjadi trend mahasiswa masa kini pada pertengahan semester. Pada kasus seperti ini tentunya akan berakibat tidak baik bagi beberapa hari atau pun bulan lagi. Salah satunya adalah mengerjakan tugas mendekati waktu yang telah ditentukan atau bisa disebut β€œburu-buru/mengejar waktu”. Mungkin ini bisa diambil sisi positifnya, karena ketika pada waktu terdesak ide-ide seseorang bisa datang secara reflek dan menjadikan kreatif. Namun pada sisi negatifnya, mengerjakan suatu hal dengan buru-buru akan memfokuskan pada suatu hal saja dan mengabaikan hal-hal lain yang belum tentu tidak penting. Pada masalah ini saya mungkin akan memberikan contoh keluar dari lingkup mahasiswa.

Saya pernah mengamati beberapa orang ketika saya sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor. Setelah diamati saya menyimpulkan, jika seseorang dengan berkendara di jalan akan menambah kecepatannya ketika ia memiliki sesuatu yang penting untuk dicapai, atau lebih sederhananya seseorang akan ngebut ketika ia ingin cepat sampai dirumah atau tempat tujuan, sehingga dia bisa cepat santai atau bahkan cepat bertemu dengan orang-orang yang menurutnya telah menunggu kedatangannya. Mungkin ini bukan alasan yang mendasar dan masih banyak kemungkinan yang lain, namun beberapa orang yang saya temui mengatakan demikian. Pada intinya, seseorang akan terburu-buru untuk mengejar waktu, sebagaimana yang telah tertulis kalimat diatas. Dengan terburu-buru, seseorang hanya memikirkan tujuannya terburu-buru dan mengabaikan hal-hal yang kemungkinan dapat terjadi atau bahkan lebih penting dari tujuannya. Salah satunya adalah keselamatannya yang terancam atau bahkan ia melupakan hal-hal penting lainnya, seperti janjinya pada seseorang. Ini merupak hal sepele dan mungkin sangat remeh karena kemungkinan terjadi hanya beberapa persen, namun ketika hal itu terjadi akan menimbulkan masalah besar dan sangat berdampak bagi kesehatan jasmani mau pun rohaninya. Kenapa jasmani dan rohani? Karena jika memang terjadi kecelakaan atau pun lupa pada janji terhadap seseorang, itu akan menjadi beban (fikirian). Dimana ia akan merasa bersalah atau menyesal sehingga terus saja memikirkannya. Dengan memikirkannya akan membuat stress dan berlanjut pada suatu penyakit ringan yang bisa saja menyerangnya. Hal ini saya ketahui pada perkuliahan psikologi faal, untuk lebih rincinya mungkin mahasiswa kedokteran bisa menjawab secara detail. Kembali pada permasalahan terburu-buru, akibat dari kemalasan sosial yang telah sedikit dijelaskan dengan sebuah contohnya. Penjelasan yang lebih banyak lagi mungkin bisa dilihat di buku-buku dan google.

Ketika berbicara tentang sebuah masalah, pastilah akan mencari solusi atau cara penanganannya. Untuk fenomena kemalasan sosial dan terburu-buru versi mahasiswa tentu banyak sekali solusinya, tergantung kemauan mau untuk merubahnya atau tetap dengan bermalas-malasan seperti biasanya. Selanjutnya, saya akan memfokuskan pada solusi yang baru-baru ini saya pelajari, saya akan menghubungkan pada salah satu pelajaran psikologi yang jarang digunakan oleh masyarakat luas.

Berbicara tentang waktu atau terburu-buru, jika hari ini saja banyak orang mulai terburu-buru, tentunya yang diperlukan adalah relax atau santai. Untuk menciptakan suasana santai tentu saja ada satu hal yang sering ditemukan, yaitu meditasi. Sebelu menghubungkan antara terburu-buru dengan meditasi, saya akan menjelaskan apa meditasi itu versi psikologi. Megutip dari buku Psikologi Kognitif edisi kedelapan oleh Robert L. Solso dkk. Halaman 257. Dijelaskan bahwa Meditasi (meditation) adalah suatu kondisi konsentrasi rileks dimana pikiran dikosongkan. Alasan-alasan bermeditasi ada bermacam-macam, bisa berupa alasan keagamaan, spiritual, kedamaian pribadi, atau kesehatan tubuh. Penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa meditasi membantu mengurangi stress dan meredakan rasa sakit, serta memperlancar kondisi fisiologi yang rileks (Austin,1999; Lazar dkk., 2000). Meditasi juga mempengaruhi otak, yang ditujukan oleh efek meditasi pada korteks prefrontal kiri (bagian otak yang terlibat dalam perencanaan, pengambilan keputusan yang logis, dan mood positif) (Bennett-Goleman, 2001).
Seperti yang dijelaskan dalam pengertian meditasi sebelumnya, jika dengan meditasi akan tercipta kedamaian pribadi, rileks, dan menyehatkan tubuh. Meditasi dirasa cukup untuk mengurangi perilaku terburu-buru yang semakin lama akan semakin berkembang. Dengan kedamaian pribadi tentunya seseorang akan lebih rileks dan mengambil keputusan yang logis. Meskipun dampaknya tidak terlalu besar, namun hal ini cukup untuk mencegah dari hal-hal yang bersifat negatif atau yang tidak diinginkan. Pengambilan keputusan yang logis tentunya nanti akan mengurangi hal yang bersifat terburu-buru, karena pada dasarnya seseorang yang berfikir logis akan memikirkan sebab dan akibat dari tindakan yang diambil.

Bayangkan saja, jika sebagian orang yang terburu-buru bermeditasi, dan mendapatkan efek yang positif. Tentunya akan berkurang hal-hal negatif di dunia ini. Dan jika itu dijalan, makan akan berkurang kecelakaan-kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat supir mengantuk dan lain-lain. Dampak bagi mahasiswa sendiri, tentu akan melaksanakan atau mengerjakan tugas dengan baik dan kemungkinan besar hasil dari tugasnya juga baik. Jadi, tidak ada lagi kata-kata yang menyalahkan dosen atau pun teman sekelas yang dirasa memberatkan dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Tidak hanya baik dalam segi tugas, dengan efek mengambil keputusan yang logis juga, mahasiswa akan banyak belajar bagaimana me-manage waktunya dengan teratur. Baik dari waktu sehari-hari, mau pun waktu jangka panjang seperti target untuk wisuda dan setelah wisuda.

Bagi mahasiswa untuk bermeditasi mungkin agak sulit, tapi jika dibandingkan dengan anak sekolahan (SMA) jadwal kelas mahasiswa lebih sedikit, dan diwaktu kosong itulah dapat digunakan untuk bermeditasi beberapa menit saja. Dan sepertinya, liburan mahasiwa seperti ini juga sangat cocok untuk bermeditasi, karena liburan mahasiswa lebih banyak dari pada anak sekolahan. So, dalam mempersiapkan bangsa dan negara yang berkualitas, seorang mahasiswa sebagai agen of change perlu bersiap diri menjadi orang yang berintelek dan baik dibandingkan orang-orang yang tidak atau pun belum berstatus mahasiswa.

Utamanya yang dibutuhkan adalah kesadaran dan kemauan. Karena dengan kesadaran dan kemauan untuk berubah lebih baik, pasti ada suatu hal yang akan dihasil dengan baik. Meditasi ini tidak hanya dilakukan dan berdampak untuk kegiatan-kegiatan keagamaan atau spiritual aja, karena meditasi seperti Yoga sudah mampu menjadi bukti bahwa sesekali kita perlu untuk membuang aura-aura atau emosi negatif yang ada pada tubuh dan fikiran kita. Gunanya yang pasti adalah untuk me-refresh tubuh dan otak kita, agar kita dapat kembali berfikir jernih dan tidak stress dengan persoalan-persoalan duniawi.

Tulisan ini dibuat dengan referensi yang sangat minim, maka apabila ada kesalahan dan kekurangan harap maklum dan dapat disempurnakan oleh pembaca. Tulisan ini juga dibuat dengan mencoba mengangkat hal-hal remeh namun terkadang juga penting sebagian orang, untuk sekedar mengingatkan dengan ilmu sedikit apapun semoga dapat bermanfaat. Amin.

(dwndls)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: