HARLAH TEKAD ke-6! Liburan dengan Inspirasi Baru

This slideshow requires JavaScript.

 

23/12/2015 (MALANG) – Hari Lahir (HARLAH) Teater Khas Adawiyah (TEKAD) yang ke-6 tahun ini sebagai penyambut liburan semester ganjil. Jika sebelumnya pada tanggal 15 Desember 2015 kemarin mengadakan acara tumpengan di Rayon tercinta bersama kader dan warga Rayon Adawiyah, sebagai wujud kebanggan terhadap kebudayaan dan seni Indonesia dan adawiah, kami menggelar Malam Puncak HARLAH TEKAD ke-6. Acara ini bertempat di tangga besar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (MALIKI) Malang, pada tanggal 23 Desember 2015 tepat jam 20.00 WIB. Dimeriahkan oleh para kader Pergerekan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah dan undangan dari Heksa Rayon Komisariat Sunan Ampel Malang serta Rayon FISIP Merdeka Malang. Acara ini tentu jauh dari kata mewah, namun sangat meriah. Kata meriah kami ambil dari banyak dan indahnya serangkaian penampilan-penampilan pada malam itu. Acara ini mungkin tidak cukup dibilang meriah, namun juga menginspirasi banyak orang. Jelas, dalam memperkenalkan suatu budaya atau seni kita tidak hanya dituntut untuk sekedar menampilkan, akan tetapi juga menginspirasi orang lain untuk melestarikannya. Tidak puas dengan malam penuh kreasi ini, tunggu gerakan TEKAD selanjutnya!! Salam Budaya !!

(dwndls)

Advertisements

Kebahagiaan “TEKAD”

Di dalam mimpi kami
Ada sesuatu yang tersembunyi
Kedamaian yang tak ditemui
Di dalam nyata kami

Kami akan terus maju
Melawan tirani
Yang menghadang kami
Walau terasa tertatih

#Kami taklukkan ketakutan
Kami taklukkan ketidakmampuan
Kami taklukkan kebodohan
Karena kami sang Penakluk

**Satukan tekad
Tangan terkepal dan maju kemuka
Setegar batu karang, seluas langit biru
Karena kami sang Penakluk

Kami akan satukan suara
Ciptakan perubahan
Takkan mundur
Walaupun selangkah
Tahukah sahabat
Kami adalah pemuda yang berani
Melawan asa, meraih mimpi

Di hari jadi TEKAD ke-6 tahun, TEKAD bukan lagi sebagai hiasan atau bahkan pelengkap. Namun, telah mempunyai tempat tersendiri bagi kita. Jauh dari kata hiasan, TEKAD telah menjiwai setiap jiwa, memotivasi setiap motivasi, dan membahagiakan setiap kebahagiaan.
Jayalah TEKAD-ku, Jayalah Adawiyah-ku.12395214_821134981330094_990370524_n (1)
Selamat Hari Jadi TEKAD ke-6. Satukan TEKAD, tangan terkepal dan maju kemuka!!
(dwdls)

Berfikir Ala Sahabat !!

Punya sahabat ?? Beda loh ya, sahabat dengan kawan. Hehe.

Kita mungkin bukan sahabat sejak kecil, persahabatan kita berawal dari sebuah persamaan, yaitu kita berada disuatu wadah yang sama. Di awal, memang tak selengket ini, namun ada beberapa diantara kita begitu yakin jika suatu hari nanti kata lengket atau kerennya “solid” akan ada ditengah-tengah kita, entah bagaimana caranya. Dan terbukti, sekarang tidak hanya sekedar lengket atau pun solid. Kita bahkan menjanjikan menjadi saudara sepanjang usia, alay sih! Tapi, itulah kita.

Waktu yang sesingkat ini, menyatukan beberapa kepala itu tak mudah bukan? Kalian harus sadari itu, jika sudah sadar maka jangan pernah untuk membuatnya pecah atau berpisah. Kata solid yang kita banggakan saat ini, bukan bearati didapat dengan instan. Banyak hal yang harus kita kerjakan dan pikirkan untuk mendapatkannya. Indah sekali jika kita bisa sama-sama mengingat bagaimana kebersamaan kita dalam menghadapi setiap permasalahan-permasalahan tersebut. Sebuah tangisan, keegoisan, hingga sebuah kata-kata mengiris hati, itu letak sebuah tantangan, keindahan dalam sebuah perjalanan (persahabatan).

Masalah tidak akan pernah ada habisnya, seperti kata-kata “Hidup Ini Pasti Happy Ending, Kalau Belum Happy, Itu Berarti Hidup Kamu Belum Berakhir”. Kembali alay!! Oh no. Hidup ini tidak dituntut untuk selalu serius bukan?
Balik pada pokok pembahasan, Persahabatan kita indah, coba kalian lihat bagaimana orang lain banyak yang menginginkan kita jauh dibawah kebahagiaan mereka. Dan suatu hal yang pasti, persahabatan kita menjadi sorotan siapapun yang melihat kita. Ingatlah, orang besar bukan terlahir dari lingkungan yang kecil. Memang, orang besar tidak memandang siapa dan dari mana asal mereka, namun yang disebut lingkungan disini adalah tempat kamu berproses. Ingat juga loh ya, jika sebuah lingkungan bukan berarti hanya sebuah tempat, namun juga orang-orang yang membesarkan lingkungan tersebut, entah dengan sebuah motivasi yang bersifat baik atau pun yang bersifat (difikir) kurang baik. Ayo lah, semua hanya tentan kerja fikir otak kita, jika kita mampu berfikir dengan baik, tak akan ada kata selesai dengan kata “gagal” dalam proses kita.

Finally, jika kamu memutuskan untuk berakhir dengan kata gagal, itu berarti kamu memberikan kesempatan lawan untuk mendapatkan posisi beberapa langkah diatasmu. So, “bahagia itu pilihan, kita yang cari atau orang lain yang ambil”.
(dwdls)