TERSADAR ITU SALAHKU, SAHABAT !

IMG_1799(Berjalan dalam kesendirian)
Kala mencari sebuah kebenaran dalam diri, ku tak temukan secercah cahaya harapan yang membimbingku berjalan beriringan bersama sahabat sejatiku. Entahlah…mungkin karena aku yang berbeda atau mereka yang menganggapku beda. Bukannya aku ingin berbeda dalam sebuah kebersamaan ini, sahabat ku ! Aku tetaplah aku yang selalu bersamamu…
Aku tak ingin kau anggap aku berbeda, wahai sahabat !
Mencari dan terus mencari, yang akhirnya menuju pada kata “TERBENTUK” pada diri yang sejatinya ku ingin “MEMBENTUK” diri. Tetap ku berjalan…berjalan…dan berjalan sahabat ! Baiklah, walaupun engkau tak melihat bahwa aku berjalan untuk “MEMBENTUK” diri namun setidaknya engkau melihat cara diriku “MEMBENTUK” diri. Aku tetaplah aku yang “MEMBENTUK” bersamamu…
Aku ingin cara “MEMBENTUK” ku engkau lihat, wahai sahabat !

(Di tengah perjalanan) 
Berhenti ku melangkahkan diri pada kebenaran. Ku tengok ke belakang, hanya hamparan tanah kosong yang terlihat gersang dan tak berpenghuni siapapun. Bahkan, hewan dan tumbuhan pun enggan hidup di tempat ini. Aku ada dimana sekarang, sahabat ? Kemana dirimu, sahabat ? Kini ku mencarimu…Kini ku mengharapkanmu…dan kini ku tersadar bahwa engkau memang selalu ada buat aku, sahabat. Diriku pun lingung tak mengerti arah tujuan perjalanan ini. Disertai kesendirian dan kesunyian hidup ini. Sahabat…Kemanakah dirimu sekarang ?
Panik…Sedih…dan Kehilangan menyertai ku saat ini. Bodohnya aku yang tak pernah melihat kebelakang, tak pernah melihat sejarah dan salah besar ketika aku tak melihat sahabat-sahabatku telah pergi meninggalkanku.
Sebentar ? Sahabatku meninggalkanku ?
Atau aku yang meninggalkan mereka ?
Salah siapa sekarang ?
Pantaskah sekarang aku menyalahkan sahabat-sahabat ku ? Atau menyalahkan diriku sendiri ?

(Tertunduk malu dan menunggu)

Sadar…
Diriku tersadar akan kesalahan ini. Ku tak melangkahkan kaki lagi kedepan. Kini ku menunggu bersama dengan rasa malu ku akan kesalahanku pada sahabatku. Ku tunggu kau sahabat ! Ku tunggu engkau di sini, aku membutuhkanmu….aku ingin meminta maaf kepadamu…

Secercah kata “MAAF” tersampaikan khusus untukmu, sahabat !

By: Saktya Alief A
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: