PEMIMPIN KAMI, DENGARKANLAH !

ilustasi-tokoh-politikSudah lama bangsa ini tenggelam dalam kelamnya kebodohan, kemunafikan dan kebengisan pemimpin-pemimpin bangsa ini. Pemimpin yang seharusnya memimpin, sekarang tak merasa bahwa mereka adalah pemimpin. Pemimpin yang merasa dirinya seorang pemimpin, malah keasyikan dengan jabatan pemimpin yang melekat pada diri mereka. Dan pemimpin yang tengah keasyikan dan tergila-gila pada jabatannya itu, selalu melihat siapa yang diatasnya bukan melihat siapa yang dibawahnya. Sungguh ironi pemimpin bangsa kita ini, sahabat.

Sudah lama bangsa ini terpuruk dalam gemerlapnya dunia modern. Di tengah majunya teknologi dan informasi yang makin menjadi-jadi, pemimpin bangsa ini bukan semakin pintar malah semakin bodoh dengan tingkahnya yang juga bodoh sebodoh-bodohnya manusia. Buktinya, jika mereka pintar seharusnya rupiah tak jatuh menjadi Rp 15.000,00/dolar. Mereka tak membenahi apa yang seharunya dibenahi dengan kemajuan teknologi, malah membuat masalah baru dengan teknologi-teknologi yang semakin baru. Sungguh mirisnya melihat pemimpin bangsa ini, sahabat.

Sudah lama bangsa ini melenceng dari ideologi yang harusnya tertanam dalam jiwa dan raga setiap kepala-kepala yang lahir di negeri ini. Ideologi itu harusnya tetap ada dimanapun dan kapanpun kita berada. Harusnya kita menangis, jika pemimpin bangsa ini tidak lagi mengedepankan ideologi negeri ini malah mengedepankan perut yang semakin menggendut. Harusnya kita berteriak pada pemimpin bangsa ini, yang dulunya berjuang malah sedikit demi sedikit melupakan bait-bait indah ideologi negeri ini. Harusnya kita menampar muka para pemimpin bangsa ini, yang tak pernah mengamalkan tiap bait ideologi negeri ini. Sungguh ingin menangis bila melihat pemimpin bangsa ini, sahabat.

Ah…sudahlah kami hanya sebagian kecil dari negeri ini pada saat ini. Namun, kami bagian terbesar dari orang-orang dibawah ini.

  1. Rakyat jelata harus apa dan pemimpin bangsa ini harus apa, bila yang terlihat sekarang ini seperti ini dan yang tak terlihat pun tak seperti ini.
  2. Rakyat biasa harus bagaimana dan pemimpin bangsa ini harus bagaimana, bila yang terjadi seperti begini dan yang belum terjadi biarlah seperti begini.
  3. Dan bagi rakyat yang luar biasa, tak harus menanyakan bagaimana, apa dan mengapa ini harus terjadi seperti ini. Mereka harus tetap bergerak, berjuang dan membela di atas rakyat biasa dan jelata dikala pemimpin bangsa tak melihat siapa yang tengah dipimpinnya.

Ah…sudahlah lagian kami hanya memiliki andil untuk berkomentar dan memberikan solusi walau semua itu hanya menjadi angin lalu yang akan terus belalu dan entah sampai kapan sampai di hati mereka. Negeri yang penuh canda tawa…penuh dengan solusi tanpa ada pembenaran….penuh dengan komentar tanpa ada respon yang mendukung.

Pertanyaan terakhir….SIAPAKAH PEMIMPIN KAMI ?

By: Saktya Alief A

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: