Pelangi 14

11412164_1005090129530747_1745984920816681923_n“Kau tahu Jack, pelangi itu indah bukan ?”
Pertanyaan itu selalu terngiang di kepala Jack ketika ia mau memejamkan matanya untuk tidur. Ia benar-benar selalu merindukan masa-masa itu. Masa ketika ia benar-benar tak bisa membedakan baik dan buruk karena tenggelam dalam keindahan persahabatan. Ia hanya tersenyum dan kadang tertawa jika ingatannya mengembalikan ia di waktu itu.
“kau tahu Jack, Pelangi itu indah bukan ?” …. “ Aku tak tahu Queen”. Jack berusaha menyembunyikan jawabannya. Dan si Queen memang tahu, Jack selalu ingin mendengar jawaban Queen lebih dulu. “Kau benar-benar tak tahu Jack ?”, Queen berpura-pura tak tahu kebiasan Jack. “baiklah, tapi boleh aku berbincang tentang pelangi itu Jack ??. “ Ah, iya. Boleh-boleh, seperti apa memang ?? Tanya Jack bersemangat. “ Pelangi selalu muncul ketika sinar matahari menerobos masuk ke setiap tetes air hujan, dimana ada kombinasi antara cahaya dan air yang memunculkan warna-warna indah itu. Kau tahu Jack ? aku selalu menikmati ini. Aku sendiri tak tahu, kenapa aku begitu hanyut dalam warna-warni itu, warna itu … . ‘’. Tiba-tiba Queen berhenti bicara. Matanya terlihat berkunang, seperti ingin menangis tapi bibirnya terlihat ingin menyungging pertanda ingin senyum. “.… warna itu, aku menginginkannya Jack. Kau lihat kan ?? setiap warnanya melengkapi, berkolaborasi, penuh inspirasi, dan … fantastis.” Dan Queen beranjak dari tempatnya, seakan ingin meraih warna pelanginya.
“Hahahahaha,!!!” terpingkal-pingkal Jack mendengarnya, karena baru kali ini ia mendengar Queen berbicara dengan gaya setengah puitis sepeti itu. “ tumben sekali kau Queen ?? bicara seperti penyair saja kau ini’’. “ Ah, terserah kau saja Jack ! aku tak peduli !”. “dan kau sendiri gimana Jack ??”.
“Aku tak tertarik dengan pelangimu. Aku hanya ingin melihat pelangi di langit malam , pelangimu sudah banyak pengagumnya. Dan kau pasti mengira aku sedang bercanda. Aku benar-benar ingin melihatnya. Meski orang akan menertawaiku dan akan bilang, “ Bodoh, mana ada pelangi di Malam hari ? dasar gila !!”. Queen, dalam benakku sekarang, pelangi yang kau sebut tadi hanya pelangi khayalmu, pelangi yang hanya menyihir setiap mata yang ingin menikmati keindahan semu !!! meraihnya saja kau tak kan bias. Queen … bagiku, Pelangiku itu adalah sahabat-sahabatku, yang melengkapi diriku. Dan sekarang mereka hidup disekitarku, nyata ! tak khayal ! karena bagiku, hakikat pelangi adalah manifestasi keindahan yang benar-benar bisa kau rasakan. Ahh, hahahahahaha … dan aku tak peduli kata orang tentang pelangiku.” Jack tertawa lepas setelah menjawabnya.
Queen ikut tertawa dalam hangat canda Jack. Queen hanya bisa menjawab dalam hatinya. “Kau masih seperti biasa Jack. Kau selalu bangga dengan pelangimu. Kau benar-benar gila. Nikmatilah Jack, mengalirlah dengan warna-warnamu sampai muara yang kau rindukan bersama mereka”.
_ Gubuk sederhana, 10 10 2015_ secangkir kopi bersama sahabat
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: