Mengapa Harus PMII??? (2)

IMG_20150914_130514Ya, mungkin pertanyaan ini lah yang pertama kali muncul di benak teman-teman ketika ada seorang Sahabat yang mengajak untuk bergabung dengan PMII melalui kegiatan MAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru). Ini hal yang lumrah. Saya pun ketika diajak untuk mengikuti MAPABA, pertanyaan itulah yang pertama kali saya lontarkan. Saya yang kala itu telah lebih dulu bergabung dengan organisasi ekstra lain tidak serta merta mengiyakan ajakan tersebut, dan berbagai pertanyaan lain pun menyusul. Tulisan ini saya buat untuk membantu teman-teman menemukan jawaban β€œMengapa harus PMII?”.

PMII yang merupakan singkatan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia seperti halnya organisasi-organisasi ekstra lainnya merupakan suatu wadah pembelajaran nyata layaknya laboratorium sosial yang menawarkan sentuhan langsung pada masyarakat. Salah satu hal yang membedakan PMII dengan organisasi ekstra lainnya adalah paradigma PMII, yaitu paradigma kritis – transformatif. Hal ini meliputi penegakkan harkat dan martabat kemanusiaan dari berbagai belenggu yang diakibatkan oleh proses sosial yang bersifat profan, tegas dalam melawan segala bentuk dominasi dan penindasan, serta membuka tabir dan selubung pengetahuan yang munafik dan hegemonic. Pokok-pokok pikiran inilah yang dapat diterima sebagai titik pijak paradigma kritis di kalangan warga PMII.

Singkat kata, melalui paradigma kritis PMII berupaya menegakkan sikap kritis dalam berkehidupan dengan menjadikan ajaran agama sebagai inspirasi yang hidup dan dinamis. Dalam realisasinya, sikap kritis ini perlu menjadi suatu budaya mahasiswa menanggapi berbagai fenomena yang ada. PMII mengajak mahasiswa untuk peka terhadap realitas sosial, kritis dan tetap berpijak pada ajaran agama.

PMII bukan menawarkan eksistensi kosong yang kemudian dengan serta merta menaikan popularitas kita, melainkan membuka ruang gerak bagi kita untuk mengaktualisasikan diri dalam keterampilan sosial. Beraktualisasi menjadi Mahasiswa seutuhnya, karena kita bukan lagi β€œsiswa” melainkan seorang β€œAgent of Social & Cultural Change”.

Di PMII kita dapat mengenal lebih dekat tokoh-tokoh psikologi melalui kajian mingguannya. Kita bisa melatih sikap kritis dan kemampuan berbicara di depan publik melalui budaya diskusi dan adu argumentasi. Kita pun dapat melatih kepemimpinan melalui dinamika organisasi. PMII akan mengasah kepekaan kita terhadap realita sosial, yang acap kali tak kita sadari akibat kesibukan kita masing-masing.

Disisi lain kita juga bisa mengasah bakat dan minat kita yang mungkin sudah lama terpendam ataupun masih belum tereksplor. Di PMII terdapat kegiatan-kegiatan yang dapat mengeksplor bakat dan minat teman-teman, tidak hanya itu saja, teman-teman juga bisa saling bertukar ilmu dengan lainnya.

Selain mengenalkan apa itu PMII, disini juga saya ingin menghapuskan stigma atau pemikiran kebanyakan mahasiswa bahwa PMII itu frontal padahal dalam kenyataannya tidak seperti itu.

Tangan terkepal dan maju kemuka!!!

By: Jurnalis Lepas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: