Lembar Sejarah Yang Mulai Punah

Untitled-4Setiap peringatannya, pemerintah mewajibkan masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih. Sama halnya saat peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Bedanya, peringatan Hari Kesaktian Pancasila diperingati dengan pengibaran bendera setengah tiang. Sementara peringatan Hari Kemerdekaan diperingati dengan mengibarkan bendera di pucuk tiang.

Peristiwa G 30 S PKI pada 1965 juga diabadikan dalam buku sejarah Nasional, yang diajarkan dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Sampai film pembantaian sejumlah jenderal yang kala itu sebut sebagai korban keganasan PKI, selalu diputar pada malam jelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Namun saat ini tak ada lagi pemutaran film pembantaian jenderal, tak ada lagi keharusan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang. Ya, itulah yang terjadi pada peringatan tragedi pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G 30 S PKI) ataupun peringatan Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober.

Padahal sebelumnya, G 30 S PKI atau Hari Kesaktian Pancasila bisa dikatakan sebagai peristiwa terbesar kedua di bangsa ini, setelah perisitiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Betapa tidak, tragedi yang menjadi awal runtuhkan pemerintahan Orde Lama tersebut diabadikan sebagai peristiwa besar Nasional.

Kini, sejarah pemberotakan G 30 S PKI dan pemutaran film pembataian jenderal tinggal kenangan. Semuanya dihilangkan sejak masa Orde Reformasi, karena ceritanya tidak sesuai dengan fakta kala itu. Bahkan buku-buku sejarah yang menceritakan pemberontakan G 30 S PKI, semuanya ditarik dari peredaran. Serta tidak diajarkan lagi di sekolah-sekolah.

Tapi apakah cukup disitu? mengingat setelah sekian lama Bangsa Indonesia terbelenggu dalam cerita sejarah yang salah, dan entah berapa puluh ribu pelajar yang “dibodohkan” dengan cerita sejarah tersebut.

Oke, jika “kesalahan” cerita sejarah tentang pemberotakan G 30 S PKI dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila. Namun rasanya tidak tepat jika penanamannya dilakukan dengan cara “menjelek-jelekan” faham lain. Dalam hal ini Komunis yang ketika itu kerap disebut sebagai anti-Tuhan, dan dianggap tidak sesuai dengan ideologi Bangsa Indonesia.

Memang faham Komunis berbeda dengan Pancasila. Namun apa yang diceritakan tentang Komunis dalam sejarah tidak semuanya benar. Contohnya saja tentang anti-Tuhan. Di faham Komunis sama sekali tidak menyebutkan demikian. Selain dikenal dengan “sama rata, sama rasa”, sebenarnya inti falsafah Komunis adalah “Boleh mempercayai apa yang dilihat dan dirasakan”.

Mungkin inilah yang kemudian diartikan sebagai anti-Tuhan oleh musuh-musuh Komunis. Berbeda dengan ideologi Pancasila yang inti dari falsafahnya “Boleh mempercayai apa yang dilihat, dirasakan dan mungkin ada”.

Lantas, apa yang terjadi dengan pemberontakan G 30 S PKI? Apakah karena semata-mata perbedaan faham atau ideologi, atau ada kepentingan lain dibaliknya? Kebenaran inilah yang tidak terungkap secara gamblang sampai sekarang.

Ironisnya lagi, pemerintah seakan tutup mata atas peristiwa ini. Terbukti, hanya melarang film pemutaran film pembataian jenderal dan menarik semua buku sejarah tentang pemberontakan G 30 S PKI. Namun tanpa mengimbanginya dengan pembenaran cerita sejarah.

Sebenarnya, bukan perkara sulit untuk kembali menulis sejarah baru atau sebenarnya tentang peristiwa G 30 S PKI. Sebab, pasti masih ada pelaku sejarah yang bisa dimintai keterangan. Mungkin selama mereka-mereka yang mengetahi secara pasti peristiwa G 30 S PKI hanya diam seribu bahasa karena terbelenggu. Tapi sekarang kondisi sudah berbeda, dan pemerintahan Orde Reformasi katanya lebih terbuka dari Orde Baru. (jurnalistik)

-JASMERAH-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: