KECINTAAN TERHADAP ISLAM DAN INDONESIA; Part 1

Oleh: Intan Kumalasari Wardani

Sang Merah Putih-bendera-merah-putih-indonesiaSeruan dentuman keras gendang semangat dari berbagai kalangan masyarakat, tak cukup dunia ini mampu menampung panasnya semangat dalam diri mereka, kalian, kamu dan kami adalah merapati – merapati bangsa, kita terlahir sebagai penentu arah bangsa akan atau tidak akan bisa mengepaskan sayapnya. Kami akan menjadi putih untuk menjalankan roda pemerintahan di Negara, kami akan menjadi merah dan maju dengan barisan terdepan untuk membela neraga tercinta, cucuran keringat dan tetsan darah bukan menjadi hal yang perlu dipermasalhkan, keberadaan kami ditengah – ditengah keadaan Negara yang sekarang ini tak tentu arah kadang membuat kami anak bangsa ini miris melihatnya, berjalannya waktu membuat perubahan besar pada Negara ini.

Pertikaian pendapat sering terjadi, bahkan ini selalu menjadi hal yang sudah wajar, keterpurukan Indonesia benar – benar pada titik bawah, kami sebagai para merapati hal yang sudah wajar, keterpurukan Indonesia benar – benar pada titik bawah, kami sebagai para merapati bangsa ingin merubah, merombak lagi dan menjadikan Negara pelangi ini memang pantas dikatakan sebagai Negara, sepenggal keadaan yang terjadi di Negara ini, para koruptor yang selama ini memakan, merampas hak milik masyarakat dikatakan sebagai monster dan bahkan hukuman atasnya akan berat sesuai dengan seberapa tingkat keselahannya, dikatakan juga bahwa mereka akan dihukum dengan seadil – adilnya. Tapi kenyatannya, mereka bisa keluar masuk penjara, mereka dihidup mewahkan didalam penjara, bersendau gurau. Keadaan ini yang memang tidak sewajarnya terjadi, masyarakat cukup terganggu dengan berita terbebas berkeliaran bak burung jalak cantik. Ini adalah tamparan keras bagi Indonesia, pada dasarnya keadaan ini sebuah tindakan, sebuah bentuk ketidakadailan yang sengaja di lakukan Karena hak – hak tertentu. Penolakan itu tak cukup bahkan tak bisa merubah keadaan. Dan inilah tugas tugas kami para merpati bangsa mengepal tangan dan mengangkat bingai dan menjawab setiap ketidakadilan yang terjadi di Negara ini.

Ketidakadilan ini pada daarnya terjadi karena system pemerintahan Negara ini tak cukup kuat melawannya. Oknum – oknum yang ada malah semakin memperburuk keadaan. Sebenarnya disinilah perlu diresapi secara mendalam, bahwa inilah saatnya agama benar – benar di interpretasikan, ideology para pecundang itu sebenarnya secara kasat mata bisa diambil kesimpulan. Kurangnya mereka memahami bahkan melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka itu bukan hanya semata – mata sebagai pemimpin bangsa tapi juga pemegang tegh agama dirinya, tapi justru itu yang disalahartikan, agama tak menjadi tolak ukur atas apa yang dilakukan .

Islam dijadikan sebuah nama kiasan dalam KTP dijadikan penutup kebejatan mereka, penanaman sikap cinta agama saja tidak berlangsung dengan baik, apalagi cinta Indonesia, jelas bila yang ada dibenak mereka hanya membutuhkan Indonesia sebagai tambang emas mereka, tapi buka sebagai tempat berteduh yang indah dan pantas untuk dijaga. Tamparan demi tamparan yang menerpa Indonesia kini menjadi cerminan untuk melangkah kedepan, kami para merpati bangsa akan berada pada titik terdepan unutk menenkang ketidakadilan yang sedang terjadi, akan tetapi memang sebelum kami benar – benar memperbaiki kebobrokan ideology para perusak bangsa ibu. Kami akan berusaha bahkan memang benar – benar akan menanamkan islam dalam diri kami, dan membela Negara kami atas dasar islam petunjuk kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: