Kecintaanku Terhadap Islam dan Indonesia; Part 3

Oleh : Muazzin al Yaman

Pada dasarnya sya terlahir dari orang tua dan beliau beragama islam. Akhirnya saya pertama kali diislamkan oleh kedua orang tuaku. Sejak kecil sampai sekarang alhamdulilah saya masih tetap beragama islam. Dulu ketika ssya masih kecil saya islam tapi tidak tau makna islam dan tidak mengerti tentang ajarannya. Dengan bergulirnya waktu dan usia saya, orang tuaku dan guru – guru saya mengajarkan saya tentang islam. Dan ajaran islam lah yang paling benar menurut saya. Sehingga sampai saat ini saya masih beragama islam. Dulu ketika masih kecil, kalau ada orang yang menjekkan nama baik islam reflex saying langsung marah saya rasa itu menandakan bahwa sejak kecil saya sudah mulai mencintai agamaku yaitu agama islam sampai saat ini ketika saya mendengar pelecehan terhadap agama islam saya. Pasti ada rasa ingin untuk menghajar orang tersebut, ini mendandakan bahwa secara tidak sadar maupun sadar saya mencintai islam. Dan ketika saya mau dibayar untuk meninggalkan agama saya, saya akan menolaknya. Ini menandakan bahwa
saya benar – benar mencintai agama islam. Tidak hanya itu saya mengatakan cinta terhadap islam hanya tidak  dimulut saja tapi sertai dengan menjalankan ajaran – ajaran islam baik itu wajib dan sunnah. Dan saya melaksanakan perintahnya dan meninggalkan larangannya. Saya merasa dengan kecintaanku terhadap islam tidak hanya di lakukan dengan ibadah, sholat, puasa, dan lain sebagainya saja. Tetapi melalui PMII juga sesungguhnya kita mendekaatkan diri pada Allah SWT karena kita jalin 3 hubungan di PMII yaitu hablumminal alam, hablum minannas, hablumminalllah. Kalau krtiga hubungan ini kita sudah lakukan insyallah Allah pasti senang terhadap saya dan kalian dari PMII juga kita bisa dapat pahala dan tidak hanya di masjid. Continue reading

Kecintaan Terhadap Islam dan Indonesia; Part 2

oleh : Naili Fitriya Dewi

Manusia di ciptakan dengan potensi cinta terhadap sesuatu dapat dibagi sama rata. Hati akan selalu cenderung untuk lebih mencintai sesuatu dari pada yang lainnya. Perhatian dan perlakuan tdaklah berbeda, tetapi kecenderungan hati untuk lebih mencintai yang satu dengan lainnya adalah merpakan satu fitrah yang tidak bisa ditolek.
Iniah potensi cinta allah anugerahkan dalam setiap hati manusia dan melalui potensi inilah lahir kekuatan cinta yang sangat dahsyat. Dan sebaik – baiknya petunjuk dalam menggunakan potensi cinta yang kita miliki haruslah berasal dari sumber segala cinta dan pencipta dari rasa cinta itu sendiri yaitu Allah SWT.
Allah mengajarkan kepada manusia untuk menggunakan potensi cintanya kepada Allah lebih dari cintanya kepada apapun juga di dunia ini. Cinta kepada Allah, bukanlah satu hal yang tidak mungkin. Mencintai Allah berarti juga mencintai islam sebagai agama Allah. Selain itu dengan mencintai islam kita juga pasti mencintai Rosullulah sebagai nabi yang telah membawa islam dan juga Al-Qur’an sebagai kitab umat islam. Continue reading

KECINTAAN TERHADAP ISLAM DAN INDONESIA; Part 1

Oleh: Intan Kumalasari Wardani

Sang Merah Putih-bendera-merah-putih-indonesiaSeruan dentuman keras gendang semangat dari berbagai kalangan masyarakat, tak cukup dunia ini mampu menampung panasnya semangat dalam diri mereka, kalian, kamu dan kami adalah merapati – merapati bangsa, kita terlahir sebagai penentu arah bangsa akan atau tidak akan bisa mengepaskan sayapnya. Kami akan menjadi putih untuk menjalankan roda pemerintahan di Negara, kami akan menjadi merah dan maju dengan barisan terdepan untuk membela neraga tercinta, cucuran keringat dan tetsan darah bukan menjadi hal yang perlu dipermasalhkan, keberadaan kami ditengah – ditengah keadaan Negara yang sekarang ini tak tentu arah kadang membuat kami anak bangsa ini miris melihatnya, berjalannya waktu membuat perubahan besar pada Negara ini.

Pertikaian pendapat sering terjadi, bahkan ini selalu menjadi hal yang sudah wajar, keterpurukan Indonesia benar – benar pada titik bawah, kami sebagai para merapati hal yang sudah wajar, keterpurukan Indonesia benar – benar pada titik bawah, kami sebagai para merapati bangsa ingin merubah, merombak lagi dan menjadikan Negara pelangi ini memang pantas dikatakan sebagai Negara, sepenggal keadaan yang terjadi di Negara ini, para koruptor yang selama ini memakan, merampas hak milik masyarakat dikatakan sebagai monster dan bahkan hukuman atasnya akan berat sesuai dengan seberapa tingkat keselahannya, dikatakan juga bahwa mereka akan dihukum dengan seadil – adilnya. Continue reading