Indonesia-Ku Tanah Air Mata Kita

By: Rohman Afandi

Mak, disini di sebelah sudut kesedihanku ini

Tidak ada lagi yang aku takuti,

Tidak kematian, tidak juga persoalan keuntungan dan kerugian

Sejak tangis negeri pecah pada hari itu

Kala luka hati dan batin terus menganga tersakiti..

Sekolah negeri yang sedari dulu selalu kau bangga-banggakan

Yang juga karenanya kau harapkan aku menjadi pintar

Namun kenyataannya aku masih saja tidak berharap menjadi orang pintar

Di kelas, di kantor, di gedung-gedung yang menjulang tinggi bahkan di jalanan

Tak kurang-kurang yang namanya orang pintar

Bersaing hanya untuk nilai semata, bukan ilmu, tidak juga dengan pengalaman

Tapi tetaplah saja orang pintar kalah dengan orang bejo..

Janganlah hanya merunding tanpa penyelesaian

Gali saja cela-cela yang terselubung di balik wajah polos tanpa dosa

Bukan saatnya berselisih tentang siapa yang salah atau yang harus disalahkan

Hanya menyesatkan sesama, menganggap paling benar

Tidakkah mereka seperti Nietzhe, Tuhan telah mati atau malah membunuh Tuhan

Hanya untuk sebuah ambisi yang tidak ada surutnya..

Tetap inilah kenyataannya, Mak

Negeri ini sebenarnya tidak pernah dalam keadaan baik-baik saja..

Di gedung putih itu, Mak

Mereka menjudikan kekuasaan, melacurkan hak-hak rakyat kecil,

Hingga moral pun dapat mereka gadaikan,

Sedangkan disini, laki-laki tua mengais sisa hanya untuk makan,

Wanita muda mengangkat tangannya, bukan untuk menuntut haknya,

Melainkan meminta-minta di pinggir jalan

Anak-anak juga tak bisa tertidur nyenyak,

Menahan lapar dan menyumpalnya dengan bongkahan batu..

Memang benar kata Mak,

Indonesia kini, tanah air mata kita

Upgrade Pendampingan MAPABA XIV

PENDAMPINGAN MAPABA XIV

By : naila.kamaliya

Anggota Biro Pengkaderan Rayon “Penakluk” Al Adawiyah

“Mahasiswa saat ini dapat dimengerti hanya apabila kita mampu menyelami cara berpikir mahasiswa, bukannya mahasiswa yang dipaksa untuk mengikuti cara berpikir PMII. Ini boleh jadi merupakan jalan primer untuk ditempuh sehingga PMII dapat diterima oleh mahasiswa. Dengan kalimat lain, bukan mahasiswa yang pertama – tama harus mengikuti jalan pikiran PMII melainkan PMII-lah yang pertama – tama mesti mengikuti jalan pikiran mahasiswa” ( dalam Pendidikan Kritis Transformatif, PB PMII; 2002) strategi ini dinamai

“ Masuk dari pintu mereka keluar dari pintu kita”

Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Rayon “Penakluk” Al Adawiyah merupakan sistem pengkaderan formal tahap awal yang dilaksanakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dimana didalamnya terdapat proses kaderisasi yang sangat vital salah satunya adalah pendampingan MAPABA. Pendampingan sendiri adalah proses handling yang didalamnya tercakup perencanaaan, controling, dan evaluasi untuk tercapainya suatu target. Namun demi tercapainya ekspektasi dari pendampingan itu sendiri diperlukan pengetahuan agar pendampingan yang dilakukan sesuai dengan upaya kita dalam mewujudkan misi, peran, dan fungsi baik dalam kehidupan organisasi, bermasyarakat, maupun bernegara.

Seperti yang kita ketahui mahasiswa yang mengikuti MAPABA merupakan calon anggota dan kader PMII. Kader sendiri merupakan orang yang mampu menjalankan amanat, memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian, pemegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan organisasi. Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung kontinyuitas sebuah organisasi. Sedangkan pengkaderan berarti proses bertahap dan terus-menerus sesuai tingkatan, capaian, situasi, dan kebutuhan tertentu, yang memungkinkan seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, moral, dan sosialnya. Sehingga kader dapat membantu orang lain dan dirinya sendiri untuk memperbaiki keadaan sekarang demi mewujudkan masa depan yang lebih baik sesuai dengan cita – cita yang diidealkan, nilai – nilai yang diyakini serta misi perjuangan yang diemban. Sistem pengkaderan PMII sendiri adalah totalitas pembelajaran yang dilakukan secara terarah, terencana, sistematik, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan untuk mengembangkan potensi, mengasah kepakaan, melatih sikap, memperkuat karakter, mempertinggi harkat dan martabat, memperluas wawasan, dan meningkatkan kecakapan insan – insan pergerakan agar menjadi manusia yang muttaqin, beradap, berani,santun, cendik – cendikia, berkarakter, terampil, loyal, peka, dan gigih menjalankan roda organisasi dalam upaya pencapaian cita – cita dan perjuangannya (Multi Level Strategi Gerakan PMII, PB PMII; 2006).

Meskipun setiap orang memiliki model pendampingan yang berbeda – beda namun harus tetap terarah pada upaya pengkaderan PMII yang bersumber pada nilai – nilai dan prinsip – prinsip yang digali serta dikembangkan dari tiga pilar pengkaderan PMII yakni: pertama semangat gerakan ketrampilan dan daya intelektualitasnya sebagai mahasiswa; kedua keyakinan, pemahaman, pelaksanaan, dan penghayatannya atas ajaran islam; serta ketiga pengetahuan, wawasan, komitmen dan pembelaannya atas kelangsungan negara-bangsa Indonesia. Wacana, nilai – nilai dan model gerakan apapun yang diperjuangkan oleh PMII selalu merujuk sekaligus bermuara pada penegasan ketiga pilar diatas, yakni Kemahasiswaan, Keislaman, dan Keindonesiaan. Oleh karena itu dalam pendampingan MAPABA baiknya diarahkan sesuai dengan kapasitas dan karakter calon anggota tanpa menafikkan tiga pilar pengkaderan PMII tersebut diatas.

Mengaca pada pelaksanaan MAPABA dan sistem pengakaderan PMII, berikut merupakan bagan dan tabel sebagai upaya kita dalam memonitoring dan mengevaluasi calon anggota PMII Rayon “Penakluk” Al Adawiyah demi pembentukan kader Adawiyah yang berkualitas dan militan sehingga mampu tercapainya visi dan misi Rayon Adaiwyah sendiri yaitu menjadikan Rayon “Penakluk” Al Adawiyah sebagai barometer pergerakan. Hidup PMII! Hidup Adawiyah! #vivaAdawiyah (naa).

Nama Pendamping:

Kelompok :

Anggota PMII Rayon “penakluk” Al Adawiyah diharapkan mampu:

  1. Mengerti dan memahami secara general tentang PMII
  2. Mengerti dan memahami secara general tentang PMII Rayon “penakluk” Al Adawiyah
  3. Mengerti dan memahami materi yang diberikan ketika pra & MAPABA
  4. Mampu menjelaskan kembali materi yang sudah diberikan ketika pra & MAPABA
  5. ……………………………………………………………………………………….
  6. ……………………………………………………………………………………….

No

Nama

Indikator Pemahaman Materi

Materi

1

2

3

4

5

6

7

8

1

2

3

4

5

6

7

8

9

√ = Paham        O = Kurang Paham           X = Tidak paham

Keterangan:

  1. Stadium General
  2. Ke-PMIIan
  3. Nilai Dasar Pergerakan (NDP)
  4. Aswaja
  5. Ke-Rayonan
  6. Analisa Diri (ANDIR)
  7. Gender
  8. Tipologi Mahasiswa