SAATNYA MENUJU PERGERAKAN YANG SEUTUHNYA

By: Isma Junida

Keadaan Negara yang sangat memprihatinkan, harga BBM, SEMBAKO yang naik terus menerus, pengangguran dimana-mana, jumlah angka kemiskinan yang terus bertambah, dan masih banyak penderitaan yang belum tertuntaskan sampai saat ini. Pemerintah yang di anggap mampu bertanggung jawab terhadap semua masalah ini malah lengah dengan kehidupan pribadinya.

Untuk itu sebagai mahasiswa kita harus menampung semua aspirasi, menstabilkan keadaan dan mampu mengubah tatanan sebuah Negara. Semua pergerakan tersebut telah dilakukan oleh mahasiswa terdahulu. Pada tahun 1966 pelengseran seorang presiden terjadi atas perjuangan seorang mahasiswa, bukan seorang tentara, PNS, atau pejabat Negara lainnya. 1966, 1998, mereka para mahasiswa telah membuktikan bahwa perubahan sebuah Negara, masalah rakyat miskin, hak-hak yang belum terpenuhi, mampu ditanggulangi oleh mahasiswa.

Namun sungguh sangat disayangkan, di era globalisasi dengan kemajuan dan perkembangan teknologi yang pesat yang seharusnya mampu membakar semangat para mahasiswa untuk selalu berkarya dan memperjuangkan nasib Negara, malah membuat mahasiswa seperti tidur dan lengah terhadap semua ini, mahasiswa yang seharusnya kritis dan peka terhadap semua masalah malah lengan dengan mengaktualisasikan diri kearah yang tidak bermanfaat dan lebih bersifat hedonism. Negara yang agraris, yang seharusnya mampu menghidupi rakyat dengan hasil padi yang melimpah ruah malah mengimpor dari Negara lain.

Disinilah peran sebuah pergerakan untuk menata kembali keadaan Negara yang bobrok menjadi sebuah Negara yang maju, serta mengembalikan hak rakyat yang tertindas. Melalui sebuah pergerakan, mahasiswa dibentuk untuk menjadi mahasiswa yang berfikir kritis, mampu mengimplementasikan diri bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tapi untuk kepentingan keluarga, agama, bangsa dan Negara.

Disini mental seorang mahasiswa tidak dibentuk untuk menjadi seorang buruh yang hanya bergantung dan mengharapkan upah dan belas kasihan dari orang lain, tapi bagaimana mereka mampu menciptakan lapangan kerja sendiri umtuk mengurangi angka pengangguran dinegeri yang kita cinta ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: