Paparan Pergerakan Mahasiswa

By: Dwi Chandra Pranata

Mahasiswa, kata yang saat ini kita sandang yang sebelumnya hanya sekedar siswa. Apa sebenarnya arti mahasiswa? Banyak orang beranggapan bahwa itu adalah proses pembelajaran kita setelah dahulunya hanya sekedar siswa. Sehingga kita merasa lebih dewasa, bertanggung jawab dan di atas segalanya dalam konteks pendidikan.

Tapi sebenarnya bukan hanya itu sahabat, kita sebagai seorang yang “maha” harus bisa menjadi segalanya layaknya “maha”. Dalam hal ini berarti kita sangat berpengaruh bagi orang banyak. Maka dari itu, seorang mahasiswa harus menjadi orang yang kritis. Itu dapat kita lakukan untuk menjadikan sebuah pergerakan, pergerakan yang bermanfaat bagi orang lain. Dalam hal kritis seseorang harus berani mengungkapkan suatu kejanggalan yang terjadi. Bukan hanya itu, disetiap hal yang kita hadapi kita harus selalu menganggap ada kejanggalan dengan ingin menanyakan KENAPA???

Disamping itu sahabat, kita harus memiliki pengetahuan dan rasa percaya diri yang tinggi, pengetahuan yang kita peroleh dari membaca yang dapat menambah ilmu pengetahuan kita, sehingga kita memiliki dasar dan alasan dalam hal mengkritis.

Orang kritis adalah orang yang selalu ingin beda dengan orang lain, artinya apa? Bahwa disini kita dituntut untuk memiliki pengetahuan yang lebih dengan orang lain. Maka dari itu, cobalah kita membaca, marilah kita giat membaca. Sahabat, setelah kita membaca haruslah kita pahami dan di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang pandai tapi tidak berani melakukan pergerakan, inilah kondisi mahasiswa saat ini, kita hanya patuh dengan peraturan sementara kita tidak ingin mengetahui lebih jauh mengapa peraturan itu terjadi dan terbentuk. Untuk melakukan pergerakan diperlukan komunikasi dan sosialisasi. Mari kita bangun komunikasi dengan orang-orang sekitar kita, perhatikan apa yang mereka butuhkan dan yang dapat kita bantu.

Bersosialisasi dengan masyarakat, mengetahui dan mengerti akan keadaan dan kesusahan masyarakat. Buat perubahan yang lebih baik untuk masyarakat sehingga kita tidak hanya menjadi mahasiswa yang hanya membutuhkan pekerjaan, berharap pengasihan dari orang lain. Tapi cobalah kita menjadi orang yang dibutuhkan orang lain untuk mencari pekerjaan. Artinya, lebih baik kecil menjadi bos dari pada besar menjadi babu.

Selama ini mahasiswa hanya berfikir mencari pekerjaan setelah tamat dari bangku kuliahnya, marilah kita rubah itu, mari kita berfikir untuk membuat pekerjaan setelah kita lulus dari bangku kuliah, pekerjaan yang bermanfaat bagi orang lain, cobalah menjadi orang yang explementary center, yaitu rujukan orang lain dalam setiap hal sehingga kita menjadi orang yang berguna dan itulah sebenarnya hakikat kuta sebagai mahasiswa, berani berbuat untuk yang terbaik dan bertanggung jawab dalam segala hal yang kita lakukan.

Jangan takut sahabat untuk menjadi orang yang kritis, selama kita memiliki dasar ilmu pengetahuan yang lebih untuk menjadi kritis serta dapat memberikan solusi yang baik bagi orang banyak. Kita memiliki UU yang mengatur kebebasan kita berpendapat dan menyampaikan aspirasi rakyat.

Dari sekarang marilah kita berbuat melalui pergerakan yang dimulai dari diri kita untuk berubah menjadi lebih baik, membaca dan mempelajari ilmu pengetahuan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita bisa menjadi mahasiswa yang memiliki kedalam spiritual, keluasan ilmu, keagungan akhlak dan kematangan professional, sehingga kita bisa menjadi orang yang bermartabat yang dapat mengubah proses kehidupan ini menjadi lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: