Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H / 2021

Selasa (19/10) Keluarga besar Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah mengadakan kegiatan lailatus sholawat guna memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H / 2021. Acara dilaksanakan secara semi online, bagi yang offline bertempat di Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah, sedangkan yang online melalui google meet.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 H / 2021 mengangkat tema “Salam-Salam Padamu, dari Tempat yang Jauh, untuk Cinta yang Utuh, Semua karena Rindu”. Kegiatan dimulai dengan pembacaan diba’ dan sholawat bersama, kemudian diakhiri dengan makan bersama bagi kader-kader yang hadir secara offline.

Tahlilan, Doa Bersama Dan Nonton Bareng Film G30S/PKI Dalam Rangka Memperingati Peristiwa G30S/PKI Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah Komisariat Sunan Ampel Malang pada Hari Kamis 30 September 2021 Pukul 19.00 WIB melaksanakan Tahlil, Do’a bersama dan Nobar Film G30S/PKI dalam rangka memperingati G30S/PKI. Acara ini dilaksanakan secara offline dan online.

Bagi yang offline bertempat di Kesekretariatan PMII Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah, sedangkan yang online diadakan melalui via google meet. Pembacaan Tahlil dan Do’a ini dipimpin oleh Sahabat Ahmad Afskar Nala Priyadi. Setelah itu disambung dengan menonton film G30S/PKI bersama-sama.

Seperti yang kita ketahui, bahwa setiap tanggal 30 September di Indonesia setiap tahunnya diperingati sebagai peristiwa G30S/PKI atau Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia merupakan bagian dari sejarah kelam bangsa Indonesia dalam transisi era orde lama ke orde baru. Peristiwa tersebut melibatkan pembunuhan sejumlah Perwira Tinggi TNI AD kala itu.

Untuk itu, kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, tidak boleh sampai melupakan sejarah tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966 “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” meskipun sejarah itu sebuah peristiwa yang kelam, kita harus tetap mengingatnya dan juga memahami peristiwa tersebut.

Dengan tahlilan, doa bersama serta nobar film G30S/PKI Inilah acara yang dapat dilakukan oleh Organisasi PMII Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah dalam rangka memperingati Peristiwa G30S/PKI. Kegiatan ini diharapkan agar para kader PMII  tetap teringat, melekat di hati mereka dan memberikan pemahaman yang lebih akan peristiwa G30S/PKI.

PMII Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah Adakan Bedah Rancangan RTAR Semi-Online

Malang ⸺  Pengurus Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah periode  2021-2022 mengawali kepengurusan mereka dengan  mengadakan bedah rancangan RTAR (Rapat Tahunan Anggota Rayon)  bersama pengurus lainnya (1/10/21)  kemarin. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara semi-online, dimana untuk pengurus yang dapat hadir secara offline berkumpul di markas Rayon yang baru dan untuk pengurus yang bisa hadir secara online melalui Google Meeting sebagai media perantara.

Kegiatan tersebutut dilaksankana guna  mengevaluasi dan mempelajari rancangan RTAR tersebut agar bisa memperbaiki dan juga membangun kinerja kepengurusan menjadi lebih baik. Dipimpin oleh Sahabat Keki selaku ketua Rayon “Penakluk”Al-Adawiyah  pada hari pertama dan Sahabat Amr pada hari kedua, kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar. (Tfi)

ISTIGHOSAH DAN TADARUS PUISI RAYON “PENAKLUK” AL-ADAWIYAH

Selasa (17/8) Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah, tepatnya Biro Jasmani Rohani dan LSO Seni Budaya berkolaborasi untuk mengadakan istighosah dan tadarus puisi guna memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-76. Acara dilaksanakan secara semi online, bagi yang offline bertempat di Yayasan Darulsatwa, sedangkan yang online melalui zoom meeting.

Acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC) yakni Ahmad Afskar Nala Apriyadi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah yang diwakili oleh Wakil Ketua Rayon, Abu Amar Nashih Bilqisth lantaran Ketua Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah, M. Adam Aulia Septianto berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Abu Amar mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada sahabat/i yang telah menyempatkan hadir, baik secara offline maupun online. Beliau juga berharap bahwa setelah acara berakhir, sahabat/i akan menumbuhkan perasaan lebih mencintai negara sendiri.

Pembacaan istighosah merupakan acara selanjutnya, yang mana kegiatan istighosah dipimpin oleh M. Ulyaul Umam. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tadarus puisi, yang mana dipimpin oleh Mukhlisin. Dalam opening staatementnya, Mukhlisin mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya tadarus puisi selain untuk menyemarakkan kemerdekaan Indonesia yang ke-76, ialah untuk sebuah harapan agar Indonesia bisa lekas membaik dan pandemi cepat berakhir.

 Tadarus puisi dimulai dengan pembacaan puisi berjudul “Semangat Kemerdekaan di Tengah Pandemi” karya Nafa Adenia, yang dibacakan oleh Mukhlisin. Setelahnya, sahabat/i secara bergantian membacakan puisi yang ingin diperdengarkan kepada sahabat/i yang lain hingga acara usai.

-Fraya F.